Jumat, 17 Oktober 2008

Roda Kehidupan...

Roda Kehidupan...
tak kenal henti selama ruh ini masih menyatu dengan jasad...dan selama itu pula tantangan baru akan selalu menghampiri....

Kisah klasik...berkaitan dengan hati atau lebih tepatnya rasa ketertarikan dengan lawan jenis.
Fitrah sich...tapi perlu sebuah norma juga...jangan sampai kesuciannya, keindahannya, berkah yang nanti akan mengirinya hilang disebabkan cara-cara kita yang tidak diperkenankan secara syar'i.. misalkan dengan pacaran..

Memang tidak ada dalil secara jelas yang melarang pacaran kawan...tapi kalau dilihat aktivitas selama pacaran...sama halnya dengan mendekati zina bukan ???

Lelah rasanya mendengar orang-orang yang begitu concern belajar islam, tapi tetap saja seolah tak tahu norma terkait masalah yang satu ini...tahu sih tahu...tapi dibuat modus baru yang menyamarkan...astaghfirullah

Mengapa saya nulis seperti ini...karena sudah kali kedua...saya harus menghadapi adik-adik binaan yang bermasalah serius..dan baru saya ketahui ketika sudah jauh melangkah...sudah sampai pada tahap orang tua..

Sama sekali tidak bermaksud untuk gila kehormatan...tidak sama sekali... Kalau memang berkeinginan untuk menikah...pasti saya persilahkan. Satu hal yang saya inginkan...kebersihan proses...niat yang lurus...jangan sampai ada celah sedikitpun bagi campur tangan syaithan...

Di sinilah letak sensitivitas itu....ketika seseorang telah 'kalah' dalam proses ini...bertingkah layaknya orang yang belum tahu norma...sms-sms tidak urgent...sesungguhnya mereka tidak kuasa menghadapi ujian berupa kesenangan ini..

Suatu ketika saya pernah berdiskusi dengan seorang ummahat...
"syaithan akan berusaha MENYATUKAN orang yang belum menikah, entah dengan cara sms, chatting, tatap muka...tapi ketika sudah menikah, syaithan akan berupaya memisahkan suami istri...entah dengan masalah2 kecil yang kemudian bisa membesar...hingga sampai pada perceraian...karena menyatukan dua individu itu bukan perkara mudah....kalo tidak bisa menjaga diri sebelum menikah..maka akan susah jugamenjaga diri ketika telah berumah tangga...semua diukur pra menikah..."
Ya sudahlah...barangkali saya memang perlu introspeksi...
Mungkin saya kurang memberikan perhatian ke adik-adik, ruhiyah yang lemah, doa untuk mereka yang jarang terucap, terlalu egois....

Semoga Allah meridhai...

Lebih Lanjut..

Kamis, 18 September 2008

Arti Seorang Sahabat Perjuangan....

Pilihan itu memang tidak datang pada kita ketika kita menginginkannya. Karena Allah mengetahui bagaimana dan siapa yang dipilihNYA untuk memainkan peran itu. Kitalah actor atau aktris yang memainkan itu semua sesuai dengan skenarioNYA.

Ketika kita minta pada Allah sekuntum bunga yang segar, Allah memberikan kita sebuah kaktus berduri. Ketika kita meminta pada ALLAH kupu-kupu yang indah. ALLAH malah memberikan kita ulat yang berbulu. Itulah scenario ALLAH. Kadang kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di balik semua peristiwa yang ada di sekitar kita. Tapi yakinlah. Allah pasti mempunyai rencana lain di balik semua ini.

Taukah kamu duhai ukhty…kaktus yang berduri itu kini telah menjadi kaktus yang tahan terhadap panas, tahan terhadap kekeringan. Dan tatkala waktu telah tiba, Allah memberikan bunga yang indah. Tumbuh di kaktus itu. Ulat yang Allah berikan tadi…tiba-tiba hilang. Berganti menjadi sebuah kepompong. Dan akhirnya kupu-kupu yang indah yang kita dambakanpun telah Allah berikan. Itulah scenario Allah. Dia tidak memberikan apa yang kita minta. Tapi Dia memberikan apa yang kita perlukan.

Duhai ukhty…semakin hari..kamu akan semakin mengerti hakikat dakwah ini. Lantas, sekarang yang kamu perlu perhatikan adalah pahamilah setiap langkah yang kamu tempuh. Dan lihatlah,,,disanala h tersimpan harmoni setiap kehidupan. Ada pelangi dalam setiap perjalanan. Dan pelangi itu diperuntukkan bagi orang-orang yang sabar dan ikhlas dalam menjalani penempaan.

Duhai ukhty…kita bukanlah jamaah malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kita adalah jamaah manusia biasa yang pasti akan pernah melakukan kesalahan. Jangan selalu menyesali setiap kesalahan yang terjadi. Karena penyesalan hanya akan membebani hati. Meredam simfoni cinta ilahi yang ditujukan untuk kita. Yang perlu kita lakukan adalah mencari benang merah..supaya kita dapat memperbaiki apa-apa yang telah lalu.

Dakwah adalah sebuah keharusan. Karena dakwah tidak butuh kita. Tapi kitalah yang butuh dakwah. Bukankah ALLAH sudah menyatakan dalam firmanNYA. Masuklah kamu dalam islam secara kaffah?

Lantas, apa yang ingin kamu hindari. kita tidak bisa mengapung ataupun melayang jika ingin mencari mutiara di dasar laut. Tapi kita harus menenggelamkan diri kita di dasar laut itu. Karena mutiara itu tidak ada di permukaan, mutiara itu juga tidak ada di tengah-tengah. Mutiara itu tersimpan di dasar. Di dasar kedalaman hati kita.

Duhai ukhty..kamu pasti akan menyadari…bahwa semua ini semata-mata adalah proses pendewasaan diri kita. Bukankah tanah liat sebelum menjadi sebuah guci yang indah harus ditempa dengan berbagai ujian? Bukankah sepotong bambu sebelum menjadi pipa air juga ditempa dengan berbagai peristiwa yang menyakitkan. Karena itu…bangkitlah ukhyku sayang…

Semuanya akan baik-baik saja. Karena ALLAHlah sandaran kita. berbahagialah menjadi seorang aktvis dakwah. Karena kita bisa mendekat kepada Allah ketika semua menjauh. Dan Allah adalah satu-satunya yang tak berpaling darimu. Ketika kekecewaan dakwah mendera jiwamu, ALLAHlah satu-satunya Dzat yang tak mengecewakan dan tak pernah melukai perasaan. Dan ketia beban dakwah yang engkau pikul terasa berat, ALLAHlah satu-satunya sandaran. Ketika sesak menghimpit, ALLAHlah yang melapangkannya. Dan ketika lelah mendera, ALLAH mengistirahatkan dalam shalat lailmu. (29:2). Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu akan diuji oleh Allah. Karena itu, persiapkan ruhiyah kita untuk menjawab ujian itu. Karena kita harus naik kelas dalam ujian ini. Jangan pernah menyerah, jangan pernah putus asa. Sesungguhnya ALLAH membersamai langkah kita menuju padaNYA.

Hidup itu adalah sebuah pilihan. Semua orang berhak memilih jalannya masing-masing. Dan engkau telah memilih jalanmu disini. Karena itu, perkuat langkahmu. Jangan biarkan langkahmu goyah. Ketika kita diam orang lain tak akan tau apa yang sedang kita alami. Ketika kita mulai goyah, berpeganglah pada tangan saudaramu. Dan jika mereka juga lengah dan jangkauan kita tidak sampai kepada mereka.. Maka sesungguhnya ALLAHlah tepat kita mendekat. Tanamkan keikhlasan dan berpikirlah positif. Mungkin kita perlu banyak belajar akan setiap pengalaman ini. Bersabarlah ukhty…

Innallaha Ma’asshoobiriin…

“seorang ,mukmin boleh salah, boleh gagal, boleh tertimpa musibah. tetapi dia tidak boleh kalah, menyerah pada kelemahannya, menyerah pada tantangan dan keterbatasannya. dia harus tetap menembus gelap supaya dia bisa menjemput fajar. karena syurga bukanlah kado yang dihadiahkan begitu saja”

Ketika ku merasa tak mampu lagi memberikan perhatian padamu, aku yakin ALLAH mampu. Ketika ku merasa tak mampu lagi membantumu bertahan, aku yakin ALLAH mampu. Ketika ku merasa tak mampu lagi menjadi tempatmu berkeluh kesah, aku yakin ALLAH mampu. Ya Robb..satu pintaku, ketika ku sudah tak mampu lagi menggenggam erat tangan saudaraku, jangan pernah biarkan ia lepas dari genggamanMu.

NB: diperuntukkan bagi saudari-saudariku di bumi ALLAH tercinta. Jangan pernah patah semangat! La takhof wala tahzan Innallaha ma’ana…

19 september 2008

8.45


sebelum aku pulang ke rumah…

Aku menyayangi kalian semua, ikhwahfillah…

Semoga Allah semakin menguatkan ukhuwah kita dalam bingkai cintaNYA. Amin….

Lebih Lanjut..

Rabu, 03 September 2008

Biar Puasa Ga Menjadi Penyakit..(Lho Koq...??)


Sobat..ada yang merasa tersiksa saat puasa tiba ???...tersiksa karena lapar dan haus sih...biasa, tapi justru itu menyehatkan kalo tahu caranya..
Kalo tersiksa...karena jadi sakit, padahal sebelum puasa jarang sakit..terus gimana?? Nah, itu karena kita kurang tahu akan ilmu makan saat puasa...nah lho..coba deh baca ini..

Lebih Lanjut..

Berharap Menjadi Bermanfaat........

Siapa yang tidak ingin menjadi manusia terbaik ????....Ada yang angkat tangan..??

Sobat..ayo berlomba menjadi yang paling bermanfaat bagi orang lain...apalagi mumpung lagi ramadhan nih..

Rasululah Shallallahualaihi wa sallam bersabda :

Kaum manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi mereka, Dan amalan yang paling dicintai Allah ‘azza wajalla adalah amalan yang mendatangkan kebahagian bagi seorang muslim, atau yang dapat menepis kesedihannya, atau dapat melepaskannya dari jerat hutang, ataukah menghilangkan rasa laparnya. Dan saya berjalan bersama saudaraku seorang muslim dalam untuk memenuhi kebutuhannya lebih saya cintai dari pada melakukan I’tikaf selama sebulan. Dan barang siapa yang menahan amarahnya niscaya Allah akan menutupi auratnya. Dan barang siapa yang menahan lagi mengendalikan hawa amarah dan jika dia berkehendak untuk melepaskannya dia dapat melepaskannya, niscaya Allah akan memenuhi hatinya dengan keridhaan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang berjalan bersama saudaranya seorang muslim untuk memenuhi kebutuhannya hingga saudaranya itu mendapatkan kebutuhannya, Allah ta’ala akan menetapkan pijakan kakinya pada hari dimana kaki-kaki manusia pada berguncang. Dan sesungguhnya akhlak yang buruk akan merusak amal, sebagaimana cuka akan merusak madu
(Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no. 176).

Lebih Lanjut..

Kamis, 28 Agustus 2008

Ramadhan..Ready Go...!!!

Alhamdulillah...
bentar lagi ramadhan nih pren..
bulan pembinaan...bulan taubat...bulan jihad...bulah tadhhiyah (pengorbanan)
Subhanallah...

Ini nih 10 langkah menyambut ramadhan...dari dakwatuna.com :...moga manfaat deh

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.


7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.


Lebih Lanjut..

Jumat, 15 Agustus 2008

Subhanallah...

Maha Suci Allah yang membolak-balikkan hati...
menganugerahkan kasih sayang diantara hamba-hambaNya...
yang memiliki rahasia bagi tiap keputusanNya...
hingga muncul sebuah keyakinan...
bahwa Dia pasti memberi yang terbaik...
(Apa sich ??...ya gitu deh..)

Lebih Lanjut..

Persiapan Jadi Ibu...

Untuk 2 orang sahabat yang sedang menanti saat-saat menjadi ibu...Semoga barokah ukhti...menikmati tiap fitrah yang telah dianugerahkan Allah bagi seorang wanita...ada sedikit artikel bagus nih ukh...Siap-siap jadi ibu..

Lebih Lanjut..

Rabu, 06 Agustus 2008

Ya...Allah...

Entahlah...
Hanya ingin mengadukan semua masalahku kepadaNya...
Seolah-olah stagnan, tidak jelas, dipersimpangan jalan, banyak, dan dalam waktu yang bersamaan..
Bukan hanya masalah pribadi, tapi juga aduan masalah orang lain..

Ya...Allah...
perkenankan hamba untuk bisa menyelesaikan segalanya...
Dengan ridho dan petunjukMu..
Hamba hanya makhluk lemah, tiada daya sedikit pun...
Anugerahkan hamba kekuatan ya Rabb...
Jangan biarkan diri ini terjebak dalam keputus asaan...

Lebih Lanjut..

Senin, 28 Juli 2008

Selaluuu.... ada alasan untuk bersyukur..

Iyalah...

sudah dijanjikan Allah...pada surat Ar-Rahman "Dan nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ??"..tidak satu atau dua ayat..tapi belasan ayat dengan susunan kata yang sama...


Teladan pagi hari ini...(maaf bila terbata-bata dalam membaca..maklumlah...learning by doing..untuk bahasa kromo inggil..)

Mendengar crita seorang ibu yang usianya kurang lebih 50-60 an...kami ngobrol di Lyn O ke arah JMP. Beliau akan bekerja sebagai pedagang bawang putih, bawang merah...dijajakan ke warung-warung...

"Bawang sak niki murah mbak..namung gangsal ewu sak kilo (5000/kilo)..lha kulo ben dinten payu sepuluh kilo-sewelas kilo..dados nggih angsal seket ewuan (50 rb)..Alhamdulillah halal..sing penting g nyolong..kulo niki namung golek barokahe..."

Yang...diajak bicara (aku) cuman tersenyum..."nggih bu...leres !!"...


Intinya..ibu tadi menceritakan kondisi keluarga di kampungnya...yang juga pas-pasan..pas untuk makan sehari-hari..bukan pas buat beli mobil.. Punya 5 orang anak, 1 orang meninggal...3 orang sudah menikah dan punya 5 cucu, 1 orang lagi mengalami kekurangan dalam hal bicara alias bisu..(sebenarnya ini bukan kekurangan..karena Allah tidak pernah menciptakan makhluk dalam keadaan kekurangan...hanya kita saja yang kurang pandai memaknai setiap kehendakNya...). 1 orang diantara 3 anaknya yang sudah menikah adalah seorang janda dengan satu putra...kesehariannya bekerja menggoreng krupuk...dengan penghasilan rata-rata 8 ribu per hari..(Ya..Allah..kalo di surabaya itu hanya cukup untuk 1 orang-makan saja-belum kebutuhan yang lain..).. Dan anak laki-lakinya yang bisu itu tidak mau berusaha mencari penghasilan...senangnya meminta ke orangtuanya...bla..bla..bla


Ikhwah...

Mari bersyukur untuk makan sehari-hari...yang bagi kebanyakan kita bukan menjadi masalah...

Mari bersyukur untuk pendidikan tinggi yang sudah kita raih..yang bagi kebanyakan orang itu hanyalah mimpi...

Mari bersyukur untuk setiap energi kita di jalan Allah...yang bagi kebanyakan orang 'boro-boro' mikir umat...mikir diri sendiri saja susah..

Mari bersyukur untuk aktivitas kita hari ini....yang bagi kebanyakan orang terbaring di tempat tidur adalah hal terbaik dalam memulihkan kesehatan..

Mari bersyukur untuk ukhuwah ini...yang bagi kebanyakan orang begitu sulit mendapat empati, perhatian, nasihat yang tulus dari orang-orang terdekat...


Akhirnya..

Tidak ada lagi yang bisa menjadi alasan bagi kita untuk tidak bersyukur...kecuali bagi orang-orang yang lupa diri...naudzubillah..semoga kita dihindarkan dari yang demikian..

Lebih Lanjut..

Rabu, 23 Juli 2008

Secercah Kisah Sehari di Rumah..

"assalamu'alaykum, sibuk ukh ? ana telepon anti barusan, tapi dah berangkat..jadi saksi ta ?"...

Short Message Service yang saya kirim ke seorang ikhwah..selang beberapa lama HP berbunyi..


"Iya ukh cr2 peran biar jadi bagian dr jihad fisabilillah ini. Kdr kampus g jd saksi ukh, tp jd operator, bag sms laporn gt. Doain yh..insya Allah..SINAR menang!!!!!"..


Sekelumit semangat yang mulai menyelimuti diri di pagi hari yang dingin..pukul 08.00 saya berangkat menuju TPS 20 bersama kakak, dan sesampai di sana ternyata banyak orang yang sudah antri menunggu giliran mencoblos..ada seorang laki-laki tua yang wajahnya tidak asing bagi kami sedang menjadi panitia pemungutan suara di bagian penjaga kotak suara..ya...beliau adalah kakek kami yang menjabat sebagai ketua RT. .(ooo...ternyata)

Usai mencoblos..saya berniat silaturahim ke rumah seorang ikhwah ITS yang berasal dari Malang...namun sembari menunggu waktu keberangkatan..saya meluangkan waktu sebentar bersama keponakan..dan saat itu juga Ibu sedang bersiap-siap menuju tempat pemungutan suara...


"Jangan lupa no 5 semua..pilwali dan pilgub...grrr"..



Pukul 9.10...berangkat untuk silaturahim...sambil bermotor santai..mengelilingi boulevard pertama di Indonesia..sekaligus mencari angin segar bagi kepenatan pikiran...hingga waktu tempuh yang sebenarnya cuma 25 menit bisa jadi satu jam...


Di dekat UI..(University of Independent alias Universitas Merdeka)...HP berbunyi,


"Assalamu'alaykum. Ukh, jaln masukq dipake pemilihan..Kt ktmu di sby aja yah...Atau di tempat lain"


"Ukh piye ?" Rangkaian sms dari ikhwah yang akan saya temui...


"wa'alaykumsalam...anti ndak bisa kluar ta ?..ni lagi di jaln...q jemput, kita kluar ke suatu tempat sambil bernostalgia..Ok ??"


"Ok yuk kemana ??"...sengaja tidak saya balas karena pulsa mendekati angka 50..


Sampai di gerbang Villa Bukit Tidar...tampak bendera-bendera PKS menghias badan jalan masuk...saya sempatkan diri untuk membeli pulsa..sembari bertanya alamat yang akan dituju..Selang beberapa saat sudah menemukan alamatnya...tapi ketika ada seorang lelaki keluar dari rumah itu...dan saat saya tanya..'' Benar ini rumah ... ??"


"Ooo..bukan mbak.."..


SMS baru..masuk : "sebenarnya nomernya 11A cuma ndak kliatan..depannya no 22"..


Segera meluncur ke TKP yang tidak jauh...sampai depan pagar...ada suara yang menyapa...dan saat dipersilahkan masuk...seekor kucing anggora abu-abu pun menyambut...tak lama kemudian... kami sama-sama keluar menuju tempat teman lama...tapi sayang tidak ada di rumah...jadinya... berjalan tanpa arah..(ada arahnya tapi belum pasti...)


Sambil menghubungi seorang ikhwah lain...yang kebetulan ada di rumah...jadi berangkat menuju tempat beliau....sebelumnya...menuju ke tempat penjualan baju-baju muslimah yang murah...sekedar ingin menunjukkan "ini lo ukh..tempat yang jual gamis murah di Malang..."


Setelah melihat-lihat...balik melanjutkan perjalanan..namun sebelumnya mampir beli kue dulu...


"wah...kliatane mahal ini.."batinku..sebab dilihat dari penampilannya...sangat istimewa meski ukurannya ada yang mini...akhirnya beli 9 macam kue untuk 3 orang...ternyata hanya 9500...yang 500 kardusnya.


Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Villa Sengkaling III B 3...sampai di pintu gerbang...segera mencari alamat yang dituju...koq cuma blok B saja ??...koq ada Jl. Taman Sengkaling juga...bingung...tapi tetap jalan terus...eh..ternyata ketemu di jalan dengan orang yang mau disilaturahimi...(orangnya masih mau mencoblos..)..


Jadinya balik lagi ke rumah dulu...terus disuguhi ragam makanan dan minuman...


***


Sepulang dari silaturahim...saya kembali berkeliling melihat hasil perhitungan suara...tidak jelas berapa hasilnya..namun dari pembacaan sekilas yang saya dengar...no urut 3 paling banyak disebut..sedih...(tapi mungkin ini hanya di TPS sini - bisikku dalam hati...dekat rumah ikhwah tadi...)..Berjalan menuju kelurahan..tapi ternyata masih sepi...akhirnya mengarah ke jalan pulang yang benar...sampai di tengah perjalanan banyak terlihat tanda DILARANG MASUK...syukurlah sambil melihat hasil perhitungan juga..lumayan dapat kenalan akhwat daerah sekitar rumah...tampak kecewa di raut wajahnya...


"Gimana hasilnya mbak ??".. sapaku memulai pembicaraan...


"Jauh ukh...hanya 20...yang no 3 (PDIP)..dapat 200.."...


Setelah meninggalkan lokasi...saya berjalan mencari arah menuju rumah yang bisa dilalui...ada penghitungan suara juga...dan masih saya sempatkan diri untuk meyakini..siapa yang unggul...tapi tetap dengan jawaban yang sama...no 3...


Sampai di rumah...pukul 14.00...melihat TV...update info tentang pilgub...sayangnya selisih antara KARSA dengan KAJI sedikit...terbayang pilgub putaran kedua...


Pukul 16.00 berangkat ke kota Perjuangan...dengan rasa sedih...saya pencet tombol HP...bermaksud mengirim sms ke seorang ikhwah yang telah memberi semangat di pagi hari itu.."gimana ukh, hasilnya ?? ana ada di bis sekarang"...


Balasnya :"ukhti..tlg dibantu terus yah do'anya..ana blm dpt hsil kslruhan. Blimbing (nama kecamatan : red.) rata2 qt no.3. Busyro baru dapat Sukun (nama kecamatan tempat tinggal saya..), qt menang!!!"...ada semacam ketidakrelaan yang muncul...ketika walikota lama itu kembali memimpin...sebagai gambaran....selama beliau memimpin...telah banyak pembangunan yang dilakukan...yach...masih lebih baik kalo yang dibangun itu manusianya..tapi tidak...yang dibangun adalah pusat pertokoan...pusat perbelanjaan..dan mall-mall... Bahkan daerah konsentrasi pendidikan (Unibraw, UM, UMM, MIN,MTsN, SMAN 8, UIN, Unisma SMKN 2..dan banyak lagi yang dekat)..di tengahnya dibangun Malang Town Square (Matos).. jadi ingat bagaimana seorang ikhwah di sana yang tidak mau menginjakkan kaki ke tempat itu karena tidak ingin mengkhianati perjuangan rekan-rekan yang menolak keras pembangunan gedung tersebut.. Ironinya...dari 38 kota/kabupaten di Jatim...Malang (kota) telah menempati urutan ke 34 untuk lulusan SMA...(menyedihkan)....padahal identitas yang tersandang adalah Kota Pendidikan...


***


Kamis pagi...berangkat menuju tempat kerja...ada koran Jawa pos.."PDIP kuasai Malang dan Jombang"...mencari info lebih lanjut ke detik.com : tertinggi no urut 3 (PDIP) meraih 44,38% suara...disusul no. urut 5 (PKS) meraih 20,52% suara...bla..bla..bla...


Mengalihkan perhatian ke Pilgub...headline metropolis menulis : "Surabaya Milik KAJI dan SR.." terbayang bagaimana tidak ada sesuatu pun hal berarti yang saya lakukan menjelang pilgub selama ini...


Perjuangan belum berakhir....


Lebih Lanjut..