Semoga Ke Depan Semakin Banyak Bermunculan Harapan Baru
Yang Memberi Semangat dalam Mengarungi Hidup
Kualitas Amal Yang Semakin Tinggi
Dan Kontribusi Bagi Umat Yang Lebih Nyata...
Allahumma Amin
Dan adalah harapan bagi setiap orang bahwa dirinya mampu menjadi penerang kehidupan.. Namun mampukah asa itu terwujud ??? Semoga..
Semoga kita termasuk ke dalam Golongan orang-orang yang berHIJRAH
Hijrah dari kekufuran nikmat menjadi syukur nikmat
Hijrah dari kebodohan ke berilmu
Hijrah dari kefasikan menjadi ahlu ibadah
Hijrah dari kemiskinan hati kepada kelapangan qolbu
Hijrah dari kemiskinan harta pada keberlimpahan rizki yang barokah
Hijrah dari keterpasungan duniawi kepada kecintaan pada Sang Rabb
Semoga kita selalu dalam Ridho Allah SWT, dan
Di tahun yang baru ini lebih meningkat syukur dan amal ibadah kita
Semoga semakin tambah tahun ..
Semakin banyak ilmu semakin bijaksana..
Semoga kita bisa meneladani makna Rasul berhijrah
Semoga di tahun baru ini membawa keberkahan dan kehidupan yang lebih baik buat kita semua
Semoga tahun ini lebih berkah dan lebih cerah
Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan ALLAH SWT
Dan semoga semuanya menjadi lebih baik dan lebih indah
merendahlah,
kau kan seperti bintang-gemintang
berkilau dipandang orang diatas riak air
dan sang bintang nun jauh tinggi
janganlah seperti asap
yang mengangkat diri tinggi di langit
padahal dirinya rendah-hina.
(Alm. Ust. Rahmat Abdullah_Allahummaghfirlahu warhamhu)
dari milis syiar islam
Oleh : M. Anis Matta, LC
Jika kita hanya membaca biografi pahlawan, atau mendengar cerita kepahlawanan dari seseorang yang belum pernah kita lihat, barangkali imajinasi yang tersusun dalam benak kita tentang pahlawan itu akan berbeda dengan kenyataannya. Itu berlaku untuk lukisan fisiknya, juga untuk lukisan emosionalnya.
Abu hasan Ali Al-Halani Al-Nadwi, yang tinggal di anak benua India, telah membaca tulisan-tulisan Sayyid Quthub, yang tinggal di Mesir. Tulisan –tulisannya memuat gagasan-gagasan yang kuat, solid, atraktif, berani dan terasa sangat keras. Barangkali bukan merupakan suatu kesalahan apabila dengan tanpa alasan kita membuat korelasi antara tulisan–tulisan itu dengan postur tubuh Sayyid Quthub. Penulisnya, seperti juga tulisannya, pastilah seorang laki-laki bertubuh kekar, tinggi dan besar. Itulah kesan yang terbentuk dalam benak Al Nadwi. Tapi ketika ia berkunjung ke Mesir , ternyata ia menemukan seorang laki – laki dengan perawakan yang kurus, ceking dan jelas tidak kekar. Begitu juga dengan potret emosi seorang pahlawan. Kadang–kadang ketegaran dan keberanian para pahlawan membuat kita berpikir bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai sisi – sisi lain dalam dirinya, yang lebih mirip dengan sisi – sisi kepribadian orang – orang biasa. Misalnya, kebutuhan akan kemanjaan.
Umar bin khattab mengajar sesuatu yang lain ketika beliau mengatakan : "jadilah engkau seperti seorang bocah didepan istrimu". Laki – laki dengan postur tubuh yang tinggi, besar, putih dan botak itu yang dikenal keras, tegas, berani dan tegar, ternyata senang bersikap manja didepan istrinya. Mungkin bukan cuma Umar. Sebab Rasulullah SAW, ternyata juga melakukan hal yang sama. Adalah Khadijah tempat ia kembali saat kecemasan dan ketakutan melandanya setelah menerima wahyu pertama. Maka kebesaran jiwa Khadijah yang senantiasa beliau kenang dan yang memberikan tempat paling istimewa bagi perempuan itu dalam hatinya, bahkan setelah beliau menikahi seorang Aisyah. Tapi beliau juga sering berbaring dalam pangkuan Aisyah untuk disisiri rambutnya, bahkan ketika beliau sedang i'tikaf dibulan Ramadhan.
Itu mengajarkan kita sebuah kaidah, bahwa para pahlawan mukmin sejati telah menggunakan segenap energi jiwanya untuk dapat mengukir legenda kepahlawanannya. Tapi untuk itu mereka membutuhkan suplai energi kembali. Dan untuk sebagiannya, itu berasal dari kelembutan dan kebesaran jiwa sang istri. Kemanjaan itu, dengan begitu, barangkali memang merupakan cara para pahlawan tersebut memenuhi kebutuhan jiwa mereka akan ketegaran,
keberanian, ketegasan dan kerja – kerja emosi lainnya. Kepahlawanan membutuhkan energi jiwa yang dasyat, maka para pahlwan harus mengetahui dari mana mereka mendapatkan sumber energi itu. Petuah ini agaknya tidak pernah salah :" dibalik setiap laki – laki agung, selalu berdiri wanita agung" dan mengertilah kita, mengapa sastrawan besar besar Mesir ini, Musthafa Shadiq Al Rafii, mengatakan "kekuatan seorang wanita sesungguhnya tersimpan dibalik kelemahannya" .
So, banggalah jadi wanita ^_^
sumber : milis sehati
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Bersyukurlah....
Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan. Jika engkau memiliki semuanya, apalagi yang hendak dicari ?
Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu, karena itu memberi kesempatan kepadamu untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang engkau hadapi. Karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa.
Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki, karena hal itu memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Bersyukurlah atas setiap tantangan baru, karena hal itu akan membangun kekuatan karaktermu.
Bersyukurlah atas kesalahan-kesalahan yang engkau perbuat. Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangan berharga. Bersyukurlah ketika engkau lelah dan tak berdaya. Karena berarti engkau telah membuat suatu perbedaan.
Adalah mudah untuk bersyukur atas hal-hal yang baik.
Kehidupan yang bermakna adalah bagi mereka yang juga bersyukur atas kesulitan yang dihadapi. Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif.
Berusahalah bersyukur atas kesulitan yang engkau hadapi sehingga kesulitan itu akan menjadi berkah bagi dirimu.
BERANI HIDUP, TIDAK TAKUT MATI. TAKUT MATI, JANGAN HIDUP. TAKUT HIDUP, MATI SAJA.
>>> kiriman teman
Saudaraku tercinta! Sesungguhnya alam semesta ini, yang besar maupun yang kecil, semuanya menghadap kepada Allah subhanahu wata'ala, bertasbih kepada-Nya, mengagungkan dan bersujud kepada-Nya. Allah subhanahu wata'ala berfirman yang artinya, "Dan tak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya". (QS. Al-Isra: 44).
Sesungguhnya seluruh makhluk yang Allah ciptakan menundukkan kepalanya, merendahkan diri kepada-Nya dan mengakui keutamaan-Nya. Akan tetapi, tinggal di alam semesta ini makhluk kecil yang rendah dan hina. Diciptakan dari setetes air hina (mani) tiba-tiba saja ia menjadi penentang yang nyata. Dia berada di suatu lembah dan seluruh alam semesta di lembah yang lain. Ia meninggalkan ketaatan, tidak mau tunduk dan bertasbih kepada-Nya, meskipun segala sesuatu yang ada di sekelilingnya tekun berdzikir dan bertasbih kepada Allah subhanahu wata'ala. Makhluk kecil ini ialah manusia yang bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala.
Alangkah dahsyatnya kebatilan ini! Alangkah besarnya kedunguan ini! Dan Alangkah rendah dan hinanya ketika ia menjadi penyakit di alam yang teratur ini. Berapa banyak ditawarkan kepada nya pertaubatan namun ia enggan untuk bertaubat. Berapa kali ditawarkan kepadanya untuk kembali kepada Allah subhanahu wata'ala, namun dia enggan untuk kembali, malah sebaliknya ia berlari dari-Nya. Berapa banyak ditawarkan kepadanya perdamaian bersama kekasihnya namun ia enggan berdamai dan mengangkat kepalanya menyombongkan diri.
Saudaraku tercinta! Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala berpikirlah sejenak tentang dunia ini dan kehinaannya. Berpikirlah tentang penghuni dan pencintanya. Dunia telah menyiksa mereka dengan siksa yang beraneka ragam. Memberi minum dengan minuman yang paling pahit. Membuat mereka sedikit tertawa dan banyak berlinang air mata.
Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala bepikirlah tentang kehidupan akhirat dan kekekalannya. Ia adalah kehidupan yang sebenarnya. Ia adalah tempat kembali. Ia adalah penghujung perjalanan. Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala pikirkanlah sejenak tentang api neraka, bahan bakarnya, gemuruhnya, kedalaman jurangnya dan kedahsyatan panas apinya. Bayangkanlah betapa pedihnya siksa yang dirasakan penghuninya. Mereka di dalam air yang sangat panas dalam keadaan wajah yang tersungkur. Di dalam neraka mereka seperti kayu bakar yang menyala-nyala.
Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala,wajib bagimu untuk berpikir tentang surga dan apa yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada orang-orang yang mentaati-Nya. Di dalam surga terdapat sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, telinga belum pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas dalam hati dan benak manusia, berupa puncak kenikmatan dengan kelezatan yang paling tinggi berupa berbagai macam makanan, minuman, pakaian, peman dangan, dan kesenangan-kesenangan yang tidak akan disia-siakan kecuali oleh orang-orang yang diharamkan untuk memasukinya.
Saudaraku tercinta! Sebelum engkau bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala, ingatlah berapa lama engkau akan hidup di dunia ini? Enam puluh tahun, delapan puluh tahun. Seratus tahun, seribu tahun? Kemudian apa setelah itu? Kemudian kematian pasti akan datang. Apakah yang akan engkau tempati? Surga-surga yang penuh dengan kenikmatan ataukah neraka jahim?
Saudaraku tercinta! Yakinlah dengan keyakinan yang sebenar-benarnya, bahwasanya Malaikat Maut yang telah mengunjungi orang lain, sesungguhnya ia sedang menuju ke arahmu. Hanya dalam hitungan tahun, bulan, minggu, hari, bahkan hitungan menit dan detik ia akan meghampirimu. Lalu engkau hidup seorang diri di alam kubur. Tiada lagi harta, keluarga dan sahabat-sahabat tercinta. Camkanlah dan renungkanlan gelapnya kubur dan kesendirianmu di dalamnya, sempitnya ruangannya, sengatan binatang-bintang berbisa, ketakutan yang mencekam dan kedahsyatan pukulan Malaikat Adzab.
Saudaraku tercinta! Ingatlah hari Kiamat. Hari di mana kehormatan di tangan Allah subhanahu wata'ala. Ketika rasa takut mengisi hati. Ketika engkau berlepas diri dari anakmu, ibumu, ayahmu, istrimu, dan juga saudaramu. Ingatlah kondisi dan keadaan-keadaan saat itu. Ingatlah hari di mana neraca diletakkan dan lembaran-lembaran amal manusia beterbangan. Berapa banyak amal kebaikan di dalam bukumu? Berapa banyak celah-celah kosong dalam amal-amalmu? Ingatlah tatkala engkau berdiri di hadapan Al-Malikul Haqqul Mubin Dzat Yang engkau berlari dari-Nya. Dzat Yang memanggilmu namun engkau berpaling dari-Nya. Engkau berdiri di hadapan-Nya dan di tanganmu lembaran catatan amal yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.
Maka lisan manakah yang engkau gunakan untuk menjawab pertanyaan Allah subhanahu wata'ala,ketika Ia bertanya kepadamu tentang umurmu, masa mudamu, perbuatanmu, dan juga hartamu. Maka kaki manakah yang engkau gunakan untuk berdiri di hadapan Allah subhanahu wata'ala? Dengan mata yang mana engkau memandang-Nya? Dan dengan lisan manakah engkau menjawab-Nya ketika Ia berkata kepadamu, "Hamba-Ku, engkau menganggap remeh
pengawasan-Ku padamu, Engkau anggap sebagai orang yang paling hina dari orang-orang yang memperhatikanmu. Bukankah Aku telah berbuat baik kepadamu? Bukankah Aku telah memberi nikmat kepadamu? Lalu mengapa engkau mendurhakai-Ku padahal aku telah memberi nikmat kepadamu." Saudaraku tercinta! Tidakkah engkau bersabar menjalankan ketaatan kepada subhanahu wata'ala di hari-hari yang pendek ini? Detik-detik ini begitu cepat, setelah itu engkau akan meraih kemenangan yang sangat besar yang engkau akan bersenang-senang di dalam kenikmatan yang abadi.
Saudaraku tercinta! Di sana terdapat segolongan manusia yang berkeyakinan bahwasanya mereka diciptakan sia-sia belaka dan dibiarkan begitu saja. Kehidupan mereka hanya diisi dengan senda gurau dan permainan belaka. Penglihatan mereka tertutup, telinga mereka tuli untuk mendengar petunjuk, hati mereka terbalik, mata mereka buta dan nurani mereka tak
berfungsi sama sekali. Engkau akan mendapati di majlis-majlis mereka segala sesuatu kecuali Al-Qur'an dan untaian dzikir kepada Allah subhanahu wata'ala.
Mereka meninggalkan Allah subhanahu wata'ala, padahal mereka adalah hamba-hamba-Nya yang berada di hadapan dan genggaman-Nya. Allah subhanahu wata'ala memanggil mereka namun mereka tidak memenuhi panggilan-Nya, mereka lebih mendahulukan panggilan syetan, keinginan, dan hawa nafsu mereka. Luar biasa keadaan mereka! Bagaimana mereka memenuhi ajakan syetan dan meninggalkan seruan Allah subhanahu wata'ala. Ke manakah perginya
akal mereka?!
Allah subhanahu wata'ala telah berfirman, artinya, "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj:46).
Apa yang dilakukan Allah subhanahu wata'ala terhadap mereka sehingga mereka mendurhakai dan tidak menaati-Nya?! Bukankah Allah subhanahu wata'ala telah menciptakan mereka? Bukankah Dia telah memberi rizki kepada mereka? Bukankah Dia telah mencukupi harta mereka dan menyehatkan tubuh mereka? Apakah Allah subhanahu wata'ala Yang Maha Lembut dan Maha Mulia telah menipu mereka?
Apakah mereka tidak takut jikalau kematian mendatangi mereka di saat sedang bermaksiat kepada Allah subhanahu wata'ala? Sebagaimana firman-Nya, artinya, "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang merugi." (QS. Al-A'raf: 99).
Hindarilah dirimu untuk menjadi bagian dari mereka dan jauhkanlah dirimu dari mereka. Beramallah untuk sesuatu yang karenanya engkau diciptakan (beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala). Sesungguhnya -demi Allah- engkau diciptakan untuk sebuah masalah yang sangat agung. Allah subhanahu wata'ala berfirman yang artinya, "Tidaklah Aku (Allah) menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku". (QS.Adz-Dzariyat:56).
Saudaraku tercinta! Wahai engkau yang sedang bermaksiat kepada Allah!!
Kembalilah kepada Tuhanmu dan takutlah akan api neraka. Sesungguhnya di hadapanmu terbentang berbagai kesulitan. Sesungguhnya di hadapanmu terbentang dua pilihan, kehidupan penuh nikmat atau lingkungan hidup penuh siksa. Sesungguhnya di hadapanmu terhampar kalajengking-kalajengking, ular-ular dan masalah-masalah sukar dan pelik. Demi Allah yang tidak ada tuhan yang berhak untuk diibadahi kecuali Dia, tawa tidak dapat memberi manfaat kepadamu. Nyanyian-nyanyian, film-film, dan perkara-perkara hina tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Aneka surat kabar dan majalah-majalah tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Isteri, anak-anak, teman dan sahabat tidak dapat memberi manfaaat kepadamu. Harta yang melimpah tidak bisa memberi manfaat kepadamu. Tidak ada yang bisa memberi manfaat kepadamu kecuali kebaikan-kebaikan dan amal-amal shalih yang engkau kerjakan selama hidupmu di dunia.
Saudaraku tercinta! Demi Allah tidaklah aku menulis perkataan ini melainkan karena kekhawatiranku kepadamu. Aku khawatir wajah putihmu ini berubah menjadi hitam pada hari Kiamat. Aku khawatir wajah bercahayamu ini akan berubah menjadi gelap. Aku khawatir tubuh yang sehat ini akan dilalap oleh api neraka. Maka bersegeralah -semoga Allah subhanahu wata'ala memberi taufik kepadamu- untuk membebaskan dirimu dari api neraka. Umumkanlah ia sebagai bentuk taubat yang sebenarnya dari sekarang. Yakinlah bahwasanya selamanya engkau tidak akan menyesal melakukan itu. Bahkan sebalikya -dengan izin Allah subhanahu wata'ala- engkau akan merasakan kebahagiaan. Hindarilah keraguan atau mengakhirkan semua itu. Sesungguhnya aku -demi Allah- menjadi penasihat bagimu.
Disarikan dari, "Akhil Habib Qif", Ibrahim Al-Ghamidy
Saat engkau bangun pagi
AKU memandangmu
Dan berharap engkau berbicara kepada-Ku
Walau hanya sepatah kata
Meminta pendapat-Ku
Atau bersyukur kepada-Ku
Atas segala sesuatu hal yang indah
Yang terjadi dalam hidupmu
Dihari ini atau hari kemarin
Tapi AKU melihat engkau begitu sibuk
Mempersiapkan diri untuk pergi bekerja
AKU kembali menanti
Saat engkau sedang bersiap
AKU tahu
Akan ada sedikit waktu bagimu
Untuk berhenti dan menyapa-Ku
Tapi engkau terlalu sibuk
Disuatu tempat
Engkau duduk disebuah kursi
Selama lima belas menit
Tanpa melakukan apapun
Kemudian AKU melihat engkau
Menggerakkan kakimu
AKU berpikir
Engkau akan berbicara kepada-Ku
Tetapi engkau berlari ke telepon
Dan menghubungi seseorang teman
Untuk mendengarkan kabar terbaru
AKU melihatmu
Ketika engkau pergi bekerja
Dan AKU menanti dengan sabar
Sepanjang hari
Dengan semua kegiatanmu
AKU berpikir
Engkau terlalu sibuk
Untuk mengucapkan sesuatu kepada-Ku
Sebelum makan siang
AKU melihatmu
Memandang sekeliling
Mungkin engkau merasa malu
Untuk berbicara kepada-Ku
Itulah sebabnya
Mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu
Untuk memandang tiga atau empat meja
Disekitarmu
Dan melihat beberapa temanmu
Berbicara dan menyebut nama-Ku
Dengan lembut
Sebelum menyantap rezeki yang AKU berikan
Tapi engkau tidak melakukannya
Masih ada waktu yang tersisa
Dan AKU berharap
Engkau akan berbicara kepada-Ku
Meskipun saat engkau pulang kerumah
Terlihat Seakan-akan banyak hal yang harus engkau kerjakan
Sesudah tugasmu selesai
Engkau menyalakan TV
Engkau menghabiskan banyak waktu
Setiap hari didepannya tanpa memikirkan apapun
Hanya menikmati acara yang ditampilkan
Kembali AKU menanti dengan sabar
Saat engkau menonton TV
Dan menikmati makananmu
Tapi kembali engkau tak berbicara kepada-Ku
Saat tidur,Kupikir engkau merasa lelah
Dengan mengucapkan selamat malam kepada keluargamu
Engkau melompat ke tempat tidur
Dan tertidur.....
Tanpa sepatah katapun
Menyebut nama-Ku
Kau sebut, kau menyadari
Bahwa AKU selalu hadir untukmu
AKU telah bersabar lebih lama dari yang engkau sadari
AKU bahkan ingin mengajarkan kepadamu
Bagaimana sabar terhadap orang lain
AKU menyayangimu
Setiap hari
AKU menantikan sepatah kata
Do'a, pikiran, atau syukur dari hatimu
Keesokan harinya......
Engkau bangun kembali
Dan kembali AKU menanti
Dengan penuh kasih
Bahwa hari ini
Engkau akan memberikan sedikit waktu
Untuk menyapa-Ku
Tapi yang kutunggu
Tak kunjung tiba
Tak juga engkau menyapa-Ku
Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Dan Shubuh kembali
Engkau masih tak perduli kepada-Ku
Mengacuhkan-Ku
Tak ada sepatah kata
Tak ada seucap do'a
Tak ada rasa
Tak ada harapan dan keinginan
Untuk bersujud kepada-Ku
Apa salah-Ku padamu, wahai ummat-Ku?
Rezeki yang AKU limpahkan
Kesehatan yang AKU berikan
Harta yang AKU relakan
Makanan yang AKU hidangkan
Anak-anak yang Ku-rahmatkan
Apakah semua itu
Tidak membuatmu ingat kepada-Ku?
Percayalah......
AKU selalu mengasihimu
Dan AKU tetap berharap
Suatu saat kau akan menyapa-Ku
Memohon perlindungan-Ku
Bersujud kepada-Ku
Yang selalu menyertaimu setiap saat
Yang selalu menyertaimu setiap saat
Yang selalu menyertaimu setiap saat
Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya.
Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami.
Rukunkan antar hati kami Tunjuki kami jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua.
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda.
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian
Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar.
Wahai yang menyambung segala yang patah.
Wahai yang menemani semua yang tersendiri.
Wahai pengaman segala yang takut.
Wahai penguat segala yang lemah.
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah.
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak.
Engkau Maha Tahu dan melihatnya.
Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu.
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu.
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur.
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus.
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami.
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami.
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara.
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana pada kami.
"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"
Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu.
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu.
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu.
Adil pasti atas kami keputusan-Mu.
Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu.
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu.
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu.
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu.
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu.
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib.
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung.
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami.
Pelipur sedih dan duka kami.
Pencerah mata kami.
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia.
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara
Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya
Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami.
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri.
Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti. Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu.
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab.
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku.
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan.
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera.
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan
Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman.
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala.
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah.
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran.
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini.
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini.
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah.
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa.
Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan.

Bersabarlah saudariku...
Ini adalah ujian untukmu...
Semoga hati kita terhindar dari prasangka-prasangka buruk..
Terlebih lagi terhindar dari predikat penebar fitnah...
Naudzubillah mindzalik..
Ku mampu merasakan bagaimana sakitnya hatimu ukhti...
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan...
Itu janji Allah...