wahai pemilik nyawaku
Kamis, 05 November 2009
Muhasabah Cinta
Senin, 31 Agustus 2009
Ketika Berbenturan...

Suatu kondisi, ada beberapa CV yang dititipkan aku untuk segera diberikan tanggapan... Mmm, bingung bagaimana menanggapinya... Akhirnya kuberanikan diri meminta bantuan ke beberapa teman. Alhamdulillah, bantuan mulai berdatangan..
Beberapa hari kemudian, aku berkunjung ke Malang untuk ikutan Pilpres.. sembari memanfaatkan waktu buat ketemuan dengan sahabat SMA. Akhirnya aku ceritakan apa yang sedang kuhadapi. Mmm, sahabat itu aka mencoba membantu. Hingga suatu hari aku diperkealkan dengan seorang akhwat-teman sahabatku tadi. Akhwat itu bersedia untuk membantu memecahkan salah satu puzzle masalahku..masalah pernikahan. Subhanallah, dengan segera kuberikan data dirinya pada seorang pria yang hanif dengan domisili di luar Jawa. Sebenarnya sang pria itu telah beberapa kali diproses, namun karena kebanyaka akhwat belum ingin menikah dengan seorang hanif, jadi proses itu tidak berlanjut. Dan sang pria itu bersedia untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.... Sehingga, aku mengirim data beliau kepada seorang akhwat tadi. Yach, gayung bersambut... namun masalah pun turut menyertai
Masalah dengan guru ngaji si akhwat (MR), harapanku si MR bersedia mengawal lebih lanjut setelah pertukaran CV. Tapi terkesan si MR itu mengulur-ulur waktu, hingga membuat si akhwat tersebut agak ragu.. Sementara, si pria itu berniat ta'aruf dua minggu kemudian setelah pertukaran biodata.
Waktu tak pernah lelah berhenti, semakin mendekati hari H ta'aruf, sang akhwat masih juga belum mendapat lampu hijau dari MRnya. Aku dan sahabatku pun bingung dengan sikap MR. Sudah sama-sama siap untuk lanjut koq belum juga menyegerakan untuk mengawal. Kukira, ada sesuaatu yangg salh terjadi disini. Hingga akhirnya, sang akhwat memintaku untuk menjadi mediator antara dia dengan MR. Kupenuhi permintaannya. Sudah kuusahakan untuk menghubungi MR setelah Isya, namun tak diangkat. Aku kirim SMS untuk menanyakan kapan bisa dihubungi, tak dibalas. Aku telepon langsung beliau, namun nomer tidak aktif. Jujur, aku kesal. Aku tahu bahwa awal proses ini tak sesuai dengan alurnya.. Tapi apakah itu sebuah kesalahan??.. Toh, yang kulakukan tak keluar daari koridor syari'ah... Apakah lantas ketika tak sesuai dengan alur, maka kemudian sisi syar'i ditasbihkan begitu saja... Oh, no... sahabatku pun geram dengan kondisi ini. Dia memberanikan diri untuk bicara ke suami MR, mmm...alhamdulillah ada respon bagus.. Usut punya usut, ternyata si akhwat belum pernah kasi CV ke MR... Hemm, benar dah, emang ada yang salah...
Waaawww...alhadulillah, akhirnya pun taaruf berjalan dengan lancar, dan siap berlanjut ke tahap berikut...
NB :...Semoga kavling surga impian menjadi kenyataan....amiin
Senin, 27 Juli 2009
Rindu Saat itu...

Hari ini...mmm, terasa harus menyiapkan banyak hal untuk bersua dengannya.... Bagaimana tidak, dia telah pasti akan datang. Dan aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang begitu berharga ini...
Tak sendiri, bersama suami tercinta menyiapkan semua, berpuasa bersama sejak sekarang...karena Rasul menganjurkan banyak berpuasa di bulan Sya'ban, sebagai latihan awal..
Ramadhanku...aku begitu rindu denganmu
Ya Allah, izinkan aku bergembira bersamanya..
Amiin
Minggu, 29 Maret 2009
Maret Penuh Makna
2 Maret...saya bertemu dengan seorang akhwat yang subhanallah luar biasa...seolah-olah menemukan kembali sahabat yang hilang...
8 Maret...hari yang tidak akan pernah terlupa...dengan terucapnya mitsaqon ghalidza oleh seseorang yang sanggup menanggung seluruh kisah hidup ini...
11 Maret...gone to the best place for the best moment...
16 Maret...kembali ke aktivitas biasa dalam nuansa yang begitu berbeda...
25 Maret...first time of open campaign for Partai Kita Semua
29 Maret...last time for direct marketing... ready to be a winner...Allahu Akbar !!
Senin, 16 Februari 2009
Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum
Apa yang Anda rasakan sesaat sebelum tampil melakukan presentasi di depan umum? Apakah telapak tangan Anda berkeringat, kerongkongan kering dan tercekat, wajah memerah, suara bergetar, jantung berdebar, dan perut mulas? Penderitaan semacam ini tak hanya Anda alami saat berbicara di hadapan ratusan orang yang tidak Anda kenal, tetapi juga saat rapat bersama rekan-rekan Anda sendiri.
Pada saat itu, Anda sebenarnya sedang mengalami sindrom tidak percaya diri. Penyebabnya, entah karena Anda memang tidak terbiasa berbicara di depan umum, atau tidak siap tampil. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang baru pertama kali menjadi pembicara. Bahkan orang yang sudah sering tampil sebagai public speaker pun masih sering mengalaminya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa karena belum mempersiapkan diri dengan materi, bisa pula karena tidak tahu siapa hadirin yang dihadapi.
Membangun kepercayaan diri
Menurut Alexander Sriewijono, psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya, sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya.
Untuk membangun kepercayaan diri, ada tiga strategi yang dapat dilakukan:
Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal:
1. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai.
2. Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang belum mampu berpikir kritis.
3. Membangun gambaran yang positif terhadap diri sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image). Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri. Bagi orang yang memiliki penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya.
Kendalikan penghambat kepercayaan diri Anda, yang umumnya ada tiga hal:
1. Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Anda tidak percaya diri, melainkan pikiran negatif Anda sendiri.
2. Nyatakan perasaan atau pikiran Anda dengan lebih spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya "saya merasa kacau". Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu perilaku spesifik yang tidak Anda sukai, lalu perasaan Anda sendiri. Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. Misalnya, "Saya punya perasaan ganda tentang apa yang baru Anda lakukan. Saya senang dan berterima kasih Anda telah membantu saya menjelaskan masalah, tapi saya tidak suka diinterupsi ketika belum selesai berbicara." Penggunaan kata "Saya" atau "Saya merasa" akan membantu Anda mengekspresikan perasaan yang sulit tanpa menyerang harga diri lawan bicara.
3. Cara Anda menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara sendiri, ia tidak berani memperingatkannya.
Atasi rasa takut Anda. Anda bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran, atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum menyampaikan presentasi:
* Atur nafas sampai merasa tenang.
* Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato.
* Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat.
* Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi meminta maaf untuknya.
* Buatlah persiapan matang sebelum tampil.
* Terimalah ketidaksempurnaan.
* Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi.
* Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato.
* Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan.
* Bayangkan diri Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuatsumber : kompas (16/2/2009) Lebih Lanjut..
Minggu, 25 Januari 2009
Road Show Ibu-Ibu 2003
Dua kali hari ahad kemarin, tepatnya tanggal 18 dan 25 januari 2009..saya bersama sahabat-sahabat akhwat 2003 bertandang ke rumah salah seorang akhwat yang lain untuk menghadiri perayaan walimah nikah.. Usaha keras untuk menghadiri walimah kedua akhwat tadi, karena mereka adalah 2 orang seperjuangan di jurusan dan organisasi ekstra kampus.. Jauh & energi yang tak sedikit yang harus dikeluarkan, tapi hanya demi persaudaraan kami melakukannya..
Pernikahan di tanggal 18...tak banyak aral yang melintang, kami menikmati perjalanan dengan penuh keceriaan. Sempat mampir pula ke rumah salah seorang akhwat lain di lokasi yang berdekatan. Akhirnya sampai di Surabaya pukul 15.00-an.
Sementara walimah akhwat lain di tanggal 25...lokasi yang jauh, hampir perbatasan dengan jawa tengah. Sempat diputuskan untuk tidak berangkat di H-1 karena tidak banyak orang yang bersedia ikut, sedangkan mobil yang biasa kami sewa dengan harga murah pada keluar semua.. Ada salah seorang akhwat yang memberanikan diri untuk naik kereta, dan akhirnya saya pun memberitahukan lagi ke rekan2 untuk naik kereta bersama. Terbayang resiko-resiko yang akan dihadapi. Saya cukup trauma ketika harus naik kereta ekonomi..
Di saat-saat yang penuh keraguan itu...ada salah seorang akhwat yang menawarkan untuk menanggung biaya kekurangan sewa mobil...Yach, kalkulasi awal saya per orang dikenakan infaq max 50ribu dengan mobil yang biasa kami sewa. Sementara ketika mencari info ke rent car lain,..wuiihh, harganya jauuh banget bedanya...Subhanallah, akhirnya saya berupaya mencari tambahan untuk bisa memenuhi kuota kapasitas mobil... Dan baru terpenuhi pasti di malam harinya..alhamdulillah.
Keesokan harinya, rencana berangkat pukul 07.00,....tapi hehehe...banyak kendala yang dihadapi termasuk jaringan komunikasi yang error...Yach, yang penting bersama-sama.
Di jalan, ada yang muntah ternyata karena belum sempat sarapan...jadi harus berhenti sejenak di tengah jalan...alhamdulillah pak sopirnya baik banget, supel lagi...
Di daerah Saradan, Madiun...kami istirahat untuk melakukan sholat jamak. Dan sampai di tempat tujuan dengan situasi pasca guyuran hujan.. Kami kira acara sudah selesai tapi alhamdulillah meski telat tapi masih bisa mengikuti khutbah nikah..karena mulai akadnya pun terlambat. Bertemu dengan banyak ikhwah alumni ITS di sana...menyenangkan.
Yang selalu tak pernah lupa kami lakukan adalah...BERFOTO.. apa ini menjadi fitrah kaum hawa ya ???...
Puas dengan berfoto, sementara waktu semakin tak kenal kompromi, akhirnya kami pamit pulang...namun tak jauh dari lokas,i kami sengaja berhenti kembali sekedar berfoto-foto lagi..karena backgroundnya ...subhanallah buaguus banget...istilahnya kutit banget siy(kebalikan dari ndesit)..Padahal juga cuma sawah terasering doang...tapi bener deh...jarang-jarang kayak gini...sampai ada orang sekitar yang menanyakan apa mobilnya sedang mogok koq berhenti di tengah jalan ??...hehe
Puas..langsung cabut ke Surabaya, perkiraan sampai di kota ini jam 8 malam. Tapi belum keluar dari Magetan kami dikejutkan dengan berita ada sebuah keluarga ikhwah yang kami kenal sedang kecelakaan di Kediri... langsung saya mengontak nomor ummahat tersebut dan menanyakan lokasi rumah sakit. Kemudian kami mengarah ke rumah sakit..dan sampai di rumah sakit pukul 19.00 lebih. Yah, cukup memprihatinkan, karena suaminya mengalami retak tulang iga, ada 7 jahitan di kepala (kalo tidak salah)...tapi ummahat tadi alhamdulillah tidak terlalu serius luka yang dialami. Sementara mobil yang ditumpangi ringsek...karena bertabrakan dengan truk muatan penuh. Ya Allah...
Pulang dari rumah sakit masih dalam kondisi hujan pukul 19.45, dan karena belum tahu pasti arah untuk ke Surabaya..akhirnya kami pun melewati jalan yang lebih jauh... Sampai di Surabaya pukul 12.00 -an malam.
Lelah...
Tapi ada kepuasan batin yang kami rasakan...
Jumat, 17 Oktober 2008
Roda Kehidupan...
Roda Kehidupan...
tak kenal henti selama ruh ini masih menyatu dengan jasad...dan selama itu pula tantangan baru akan selalu menghampiri....
Kisah klasik...berkaitan dengan hati atau lebih tepatnya rasa ketertarikan dengan lawan jenis.
Fitrah sich...tapi perlu sebuah norma juga...jangan sampai kesuciannya, keindahannya, berkah yang nanti akan mengirinya hilang disebabkan cara-cara kita yang tidak diperkenankan secara syar'i.. misalkan dengan pacaran..
Memang tidak ada dalil secara jelas yang melarang pacaran kawan...tapi kalau dilihat aktivitas selama pacaran...sama halnya dengan mendekati zina bukan ???
Lelah rasanya mendengar orang-orang yang begitu concern belajar islam, tapi tetap saja seolah tak tahu norma terkait masalah yang satu ini...tahu sih tahu...tapi dibuat modus baru yang menyamarkan...astaghfirullah
Mengapa saya nulis seperti ini...karena sudah kali kedua...saya harus menghadapi adik-adik binaan yang bermasalah serius..dan baru saya ketahui ketika sudah jauh melangkah...sudah sampai pada tahap orang tua..
Sama sekali tidak bermaksud untuk gila kehormatan...tidak sama sekali... Kalau memang berkeinginan untuk menikah...pasti saya persilahkan. Satu hal yang saya inginkan...kebersihan proses...niat yang lurus...jangan sampai ada celah sedikitpun bagi campur tangan syaithan...
Di sinilah letak sensitivitas itu....ketika seseorang telah 'kalah' dalam proses ini...bertingkah layaknya orang yang belum tahu norma...sms-sms tidak urgent...sesungguhnya mereka tidak kuasa menghadapi ujian berupa kesenangan ini..
Suatu ketika saya pernah berdiskusi dengan seorang ummahat...
"syaithan akan berusaha MENYATUKAN orang yang belum menikah, entah dengan cara sms, chatting, tatap muka...tapi ketika sudah menikah, syaithan akan berupaya memisahkan suami istri...entah dengan masalah2 kecil yang kemudian bisa membesar...hingga sampai pada perceraian...karena menyatukan dua individu itu bukan perkara mudah....kalo tidak bisa menjaga diri sebelum menikah..maka akan susah jugamenjaga diri ketika telah berumah tangga...semua diukur pra menikah..."
Ya sudahlah...barangkali saya memang perlu introspeksi...
Mungkin saya kurang memberikan perhatian ke adik-adik, ruhiyah yang lemah, doa untuk mereka yang jarang terucap, terlalu egois....
Semoga Allah meridhai...
Rabu, 23 Juli 2008
Secercah Kisah Sehari di Rumah..
"assalamu'alaykum, sibuk ukh ? ana telepon anti barusan, tapi dah berangkat..jadi saksi ta ?"...
Short Message Service yang saya kirim ke seorang ikhwah..selang beberapa lama HP berbunyi..
"Iya ukh cr2 peran biar jadi bagian dr jihad fisabilillah ini. Kdr kampus g jd saksi ukh, tp jd operator, bag sms laporn gt. Doain yh..insya Allah..SINAR menang!!!!!"..
Sekelumit semangat yang mulai menyelimuti diri di pagi hari yang dingin..pukul 08.00 saya berangkat menuju TPS 20 bersama kakak, dan sesampai di sana ternyata banyak orang yang sudah antri menunggu giliran mencoblos..ada seorang laki-laki tua yang wajahnya tidak asing bagi kami sedang menjadi panitia pemungutan suara di bagian penjaga kotak suara..ya...beliau adalah kakek kami yang menjabat sebagai ketua RT. .(ooo...ternyata)
Usai mencoblos..saya berniat silaturahim ke rumah seorang ikhwah ITS yang berasal dari Malang...namun sembari menunggu waktu keberangkatan..saya meluangkan waktu sebentar bersama keponakan..dan saat itu juga Ibu sedang bersiap-siap menuju tempat pemungutan suara...
"Jangan lupa no 5 semua..pilwali dan pilgub...grrr"..
Pukul 9.10...berangkat untuk silaturahim...sambil bermotor santai..mengelilingi boulevard pertama di Indonesia..sekaligus mencari angin segar bagi kepenatan pikiran...hingga waktu tempuh yang sebenarnya cuma 25 menit bisa jadi satu jam...
Di dekat UI..(University of Independent alias Universitas Merdeka)...HP berbunyi,
"Assalamu'alaykum. Ukh, jaln masukq dipake pemilihan..Kt ktmu di sby aja yah...Atau di tempat lain"
"Ukh piye ?" Rangkaian sms dari ikhwah yang akan saya temui...
"wa'alaykumsalam...anti ndak bisa kluar ta ?..ni lagi di jaln...q jemput, kita kluar ke suatu tempat sambil bernostalgia..Ok ??"
"Ok yuk kemana ??"...sengaja tidak saya balas karena pulsa mendekati angka 50..
Sampai di gerbang Villa Bukit Tidar...tampak bendera-bendera PKS menghias badan jalan masuk...saya sempatkan diri untuk membeli pulsa..sembari bertanya alamat yang akan dituju..Selang beberapa saat sudah menemukan alamatnya...tapi ketika ada seorang lelaki keluar dari rumah itu...dan saat saya tanya..'' Benar ini rumah ... ??"
"Ooo..bukan mbak.."..
SMS baru..masuk : "sebenarnya nomernya 11A cuma ndak kliatan..depannya no 22"..
Segera meluncur ke TKP yang tidak jauh...sampai depan pagar...ada suara yang menyapa...dan saat dipersilahkan masuk...seekor kucing anggora abu-abu pun menyambut...tak lama kemudian... kami sama-sama keluar menuju tempat teman lama...tapi sayang tidak ada di rumah...jadinya... berjalan tanpa arah..(ada arahnya tapi belum pasti...)
Sambil menghubungi seorang ikhwah lain...yang kebetulan ada di rumah...jadi berangkat menuju tempat beliau....sebelumnya...menuju ke tempat penjualan baju-baju muslimah yang murah...sekedar ingin menunjukkan "ini lo ukh..tempat yang jual gamis murah di Malang..."
Setelah melihat-lihat...balik melanjutkan perjalanan..namun sebelumnya mampir beli kue dulu...
"wah...kliatane mahal ini.."batinku..sebab dilihat dari penampilannya...sangat istimewa meski ukurannya ada yang mini...akhirnya beli 9 macam kue untuk 3 orang...ternyata hanya 9500...yang 500 kardusnya.
Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Villa Sengkaling III B 3...sampai di pintu gerbang...segera mencari alamat yang dituju...koq cuma blok B saja ??...koq ada Jl. Taman Sengkaling juga...bingung...tapi tetap jalan terus...eh..ternyata ketemu di jalan dengan orang yang mau disilaturahimi...(orangnya masih mau mencoblos..)..
Jadinya balik lagi ke rumah dulu...terus disuguhi ragam makanan dan minuman...
***
Sepulang dari silaturahim...saya kembali berkeliling melihat hasil perhitungan suara...tidak jelas berapa hasilnya..namun dari pembacaan sekilas yang saya dengar...no urut 3 paling banyak disebut..sedih...(tapi mungkin ini hanya di TPS sini - bisikku dalam hati...dekat rumah ikhwah tadi...)..Berjalan menuju kelurahan..tapi ternyata masih sepi...akhirnya mengarah ke jalan pulang yang benar...sampai di tengah perjalanan banyak terlihat tanda DILARANG MASUK...syukurlah sambil melihat hasil perhitungan juga..lumayan dapat kenalan akhwat daerah sekitar rumah...tampak kecewa di raut wajahnya...
"Gimana hasilnya mbak ??".. sapaku memulai pembicaraan...
"Jauh ukh...hanya 20...yang no 3 (PDIP)..dapat 200.."...
Setelah meninggalkan lokasi...saya berjalan mencari arah menuju rumah yang bisa dilalui...ada penghitungan suara juga...dan masih saya sempatkan diri untuk meyakini..siapa yang unggul...tapi tetap dengan jawaban yang sama...no 3...
Sampai di rumah...pukul 14.00...melihat TV...update info tentang pilgub...sayangnya selisih antara KARSA dengan KAJI sedikit...terbayang pilgub putaran kedua...
Pukul 16.00 berangkat ke kota Perjuangan...dengan rasa sedih...saya pencet tombol HP...bermaksud mengirim sms ke seorang ikhwah yang telah memberi semangat di pagi hari itu.."gimana ukh, hasilnya ?? ana ada di bis sekarang"...
Balasnya :"ukhti..tlg dibantu terus yah do'anya..ana blm dpt hsil kslruhan. Blimbing (nama kecamatan : red.) rata2 qt no.3. Busyro baru dapat Sukun (nama kecamatan tempat tinggal saya..), qt menang!!!"...ada semacam ketidakrelaan yang muncul...ketika walikota lama itu kembali memimpin...sebagai gambaran....selama beliau memimpin...telah banyak pembangunan yang dilakukan...yach...masih lebih baik kalo yang dibangun itu manusianya..tapi tidak...yang dibangun adalah pusat pertokoan...pusat perbelanjaan..dan mall-mall... Bahkan daerah konsentrasi pendidikan (Unibraw, UM, UMM, MIN,MTsN, SMAN 8, UIN, Unisma SMKN 2..dan banyak lagi yang dekat)..di tengahnya dibangun Malang Town Square (Matos).. jadi ingat bagaimana seorang ikhwah di sana yang tidak mau menginjakkan kaki ke tempat itu karena tidak ingin mengkhianati perjuangan rekan-rekan yang menolak keras pembangunan gedung tersebut.. Ironinya...dari 38 kota/kabupaten di Jatim...Malang (kota) telah menempati urutan ke 34 untuk lulusan SMA...(menyedihkan)....padahal identitas yang tersandang adalah Kota Pendidikan...
***
Kamis pagi...berangkat menuju tempat kerja...ada koran Jawa pos.."PDIP kuasai Malang dan Jombang"...mencari info lebih lanjut ke detik.com : tertinggi no urut 3 (PDIP) meraih 44,38% suara...disusul no. urut 5 (PKS) meraih 20,52% suara...bla..bla..bla...
Mengalihkan perhatian ke Pilgub...headline metropolis menulis : "Surabaya Milik KAJI dan SR.." terbayang bagaimana tidak ada sesuatu pun hal berarti yang saya lakukan menjelang pilgub selama ini...
Perjuangan belum berakhir....
Lebih Lanjut..
Selasa, 15 Juli 2008
Kesalahan Yang Terbiasakan
Sebuah kisah yang cukup menyedihkan...tapi lama-lama jadi kebal mendengar kisah-kisah serupa..karena barangkali terlalu sering hal-hal seperti itu terjadi...Yup..berkenaan dengan interaksi antar aktivis dakwah (ikhwan : laki-laki VS akhwat : perempuan).Awalnya kasus ini menimpa seseorang yang hanif (sebut saja Ayu) yang kemudian mengikuti program halaqoh pekanan. Bisa dijadikan pemakluman karena memang belum tahu ilmu akan ikhtilath, sekian lama waktu berjalan hubungan Ayu dengan Cakep (sang cowok yang sebenarnya juga hanif lalu ikut program halaqoh pekanan) semakin memasuki episode cerita yang kian seru. Keduanya masih berhubungan kendati sedikit demi sedikit ilmu akan pergaulan antar aktivis dakwah yang notabene ada batasan-batasan tersendiri kian dipahami oleh kedua belah pihak. Bagaimana tidak, kedua orang tersebut terdaftar sebagai mentor mahasiswa baru...Namun seiring merambahnya waktu, keduanya mengakhiri hubungan dengan suasana yang jauh dari nuansa kekeluargaan..
Sekarang sang Ayu semakin aktif dalam sebuah organisasi dakwah dan menduduki jabatan penting dalam lembaga tersebut. Sedangkan sang Cakep...mengalami kefuturan, entah sampai dimana sekarang.
Kaget...sedih..marah...karena ternyata di lembaga dakwah tersebut..sang Ayu belum berhenti dari serangan VMJ. Tak ada akar, batang pun jadi...tak ada singa, harimau pun boleh juga...tak ada si cakep...si keren pun bisa..
Tak habis pikir..ikhwan yang megang jabatan sangat-sangat penting di lembaga...kena VMJ dengan si Ayu..tak ubahnya seperti orang yang ndak tahu ilmu pergaulan...dari sms taujih..sms curhat..saling pinjam barang...bahkan sampai surat-suratan...Astaghfirullah. Akhirnya kasus ini sempat tercium oleh beberapa pihak dan dilakukan tabayyun hingga akhirnya terucap janji untuk menghentikan perbuatan yang mencoreng nama dakwah itu.
Kekhawatiran pun sempat mencuat, mengingat sang akhwat benar-benar belum bisa menjaga diri..Dan akhirnya kekhawatiran itu menjadi kenyataan...setelah janji itu terucap...inbox HP masih banyak yang didapat dari sang ikhwan...isinya ...hal-hal yang tidak penting untuk disampaikan...Bahkan seorang Qiyadhah pun tak mampu berbuat apa-apa..
Sedih...teramat sangat...kecewa sekali...
Hanya sebatas itu izzahmu ukhti...
Setelah dirunut...mereka masih tetap berhubungan karena telah menganggap apa yang mereka lakukan adalah hal yang biasa...naudzubillah...
Hadis riwayat Imran bin Husaini ra., ia berkata:
Nabi saw. pernah bersabda: Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan
Nah kalau bagi mereka apa yang mereka perbuat itu membawa kebaikan...maka hilanglah rasa malu. Padahal kata Rasulullah :
Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman.
Sadar ukhti...sadar .....!!
jangan terjebak buaian syahwat...
Lebih Lanjut..
Rabu, 11 Juni 2008
Jujur Itu Sulit
Sekedar sharing saja...semoga ada manfaat yang bisa diambil...
Beberapa kali menggarap penelitian orang lain...dan setiap kali itu saya menegaskan "Jangan pernah memanipulasi data maupun hasilnya..." (sambil dakwah juga maksudnya... ). Beragam tanggapan muncul setelah itu..ada yang senyum...ada yang komen...ada juga yang menyalahkan apa yg saya kerjakan...
Kasus pertama :
Ini merupakan proyek Dinas Pendidikan Propinsi...saya jadikan bahan TA..dan setelah buku TA saya berikan ke dinas sambil presentasi hasil...muncul komentar : "Lho...ini darimana angkanya...ndak mungkin seperti ini..sekarang saja angkanya masih 60%..salah ini mbak..". Target angkanya memang 95% sedangkan dalam buku TA saya mencapai 160%...Sudah gitu 'kesalahan' ini pun diumumkan ke orang lain di kantor itu lagi...
Nggak maulah disalahin... orang ya..sudah diuji 4 dosen..dan sama sekali tidak ada manipulasi data juga...
Akhirnya...fakta berbicara... saya ambil buku data dari dinas di meja dekat bapaknya :.."Ini Pak angkanya.... saya tidak berbohong... memang angkanya seperti itu.."..Spontan orangnya terdiam..dan saya kembali berkata "Mohon maaf Pak...yang saya tulis ini berdasarkan data dinas...kalopun tidak wajar...bisa jadi petugas lapangan kurang teliti..atau salah hitung...atau salah entry.."...dalam hatiku.. : "kliatan sudah bgmn kerja dinas pemerintah". ..akhirnya bapaknya bilang.."Ya terimakasih mbak...sudah bagus...nanti kalo ada proposal lagi...silahkan diajukan ke saya...tapi tolong jgn sampai di infokan ke luar..".
Kasus kedua :
Membantu ngerjain skripsi orang...hasil outputnya memang tidak sesuai harapan....dan niatnya mw memanipulasi data....tapi ketahuan saya..."Mbak jangan...sayang. ..memang hasilnya seperti itu...dan itu banyak faktor yg mempengaruhi. .". Tapi di beberapa hari kemudian mbaknya bilang..."Ga bisa nunik,...di ekonomi g bisa kalo g diubah-ubah datanya (manipulasi: pen.)".
Kasus ketiga :
Simpel apa yang saya kerjakan ini...hanya entri data...ndak sampai ngolah...tapi puncak ketidakkuatan saya terjadi di sini...hasil penyebaran kuesioner banyak yang rusak...kuesioner sepertinya diisi sendiri oleh surveyor..kliatan banget mana yang bener2 hasil survey dan mana yang hasil manipulasi.. .serasa pingin nangis...bener2 ndak kuat....karena ini proyek mahal...uang yang dipake...adalah uang umat...akhirnya saya komplain ke atasan...saya katakan : "Kalo sekarang survey masih berjalan...tolong dihentikan dulu Pak.."...
dan sekarang proses ini masih ditangani... semoga kejujuran itu menang di jalannya..
Rabu, 14 Mei 2008
Ketika Tak Mampu Lagi Untuk Memilih
Keharusan...
Atau keterpurukan...
Pilihan yang tak dapat lagi untuk dipilih...Ya, seringkali kondisi tersebut menghadang di hadapan kita...Sejujurnya itu bukanlah pilihan...lebih tepatnya adalah merupakan keharusan...keharusan untuk dipilih.
Manusia hanya bisa berencana...tetapi keputusan tetap ada di tanganNya...karena Dialah yang memiliki hidup ini, nyawa ini, bahkan jalan tempat kaki ini melangkah...
Sebagaimana keputusan untuk melanjutkan sebuah amanah yang seyogyanya akan berakhir dalam waktu dekat...hanya karena suatu AMANAH yang memang belum selesai...generasi yang belum siap...tantangan yang semakin besar...lalu apakah dalam kondisi demikian masihkah pilihan itu berlaku...???
tidak...bagi orang-orang yang menanggalkan ego pribadi...itu adalah keharusan yang dipilih untuk menyelamatkan AMANAH...mengamankan eksistensi diri...
Tidak semudah yang diucapkan...diri ini pun hanya memiliki dua tangan, dua kaki, satu kepala, dan satu tubuh...yang tidak sedang mengemban satu, dua amanah....Maka biarkan tubuh ini memilih amanah yang lain tanpa sedikitpun mendzalimi yang lain...
Rabu, 30 April 2008
Dinamisasi Kehidupan...
Kalau hanya makan tiap jam 7 pagi, jam 12 siang, dan jam 7 malam...
Tidur jam 9 malam hingga jam 4 pagi...
Sholat shubuh, bersih diri...
Melakukan rutinitas kerja, mencatat, mengetik, baca koran, ngobrol...
Senin sampai Jum'at...
Sabtu dan Minggu di rumah bersama keluarga...
Maka,
Itulah kejenuhan...
Hidup yang tak banyak memberi arti...
Lalu,
Kalau harus mengurus satu rutinitas kantor...mengkonsep..esekusi...
Menjalankan 1, 2, 3, 4, 5 amanah yang lain...
DPRa, DPC, DPP, Kampus, Komunitas Hunian...
Yang semuanya ber'masalah'...
Maka,
Itulah Kejenuhan..
Manajemen diri yang tidak baik...
Minggu, 13 April 2008
Pelangi-Pelangi Lucu di Rumah Baru.....
PKS Akrabkan Masyarakat Dengan Buku
PK-Sejahtera Online: Gerakan mengakrabkan masyarakat dengan buku terus dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya. Setelah gerakan ”Rumah Pelangi” dilaunching di tingkat Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu, Pengurus PKS tingkat Kecamatan mulai membuka ”Rumah Pelangi” di tingkat daerahnya masing-masing. Yang terbaru adalah pembukaan ”Rumah Pelangi” di kecamatan Sukolilo 6 April lalu di kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Ketua panitia Launching Taman Baca ”Rumah Pelangi”,Nunik Nurhayati, mengatakan: ” Selain minat baca yang kurang, adakalanya masyarakat itu tidak mempunyai cukup kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan daerah sehingga kami berinisiatif untuk menfasilitasinya,” ujarnya.
Akhirnya, Ruangan Depan Sekretariat DPC PKS Sukolilo disulap menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati tidak kurang 300 judul buku dan majalah remaja putri, ibu dan anak yang berjajar rapi di rak-rak.
Masih menurut Nunik, Rumah Pelangi ini baru langkah awal Bidang Kewanitaan DPC PKS Sukolilo untuk meningkatkan minat baca masyarakat tanpa harus jauh-jauh mengunjungi perpustakaan daerah.
Selain pembukaan Taman Baca, acara ini juga dimeriahkan juga dengan pawai sepeda hias anak, lomba mewarnai bagi siswa Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Sukolilo, bazar makanan, buku-VCD, dan pakaian. Animo Masyarakat terhadap kegiatan yang bertajuk ”Warnai harimu dengan Membaca” ini cukup bagus, terlihat dari panitia kehabisan stok kartu keanggotaan Taman Baca yang langsung dibuka saat itu juga.
Ke depan agar masyarakat semakin antusias mengunjungi Taman Baca, selain menambah jumlah koleksi buku dan VCD anak-anak yang berasal dari sumbangan ibu-ibu dan beberapa sponsor, Nunik mengemukakan akan diadakan program yang berkelanjutan seperti seminar ibu-ibu atau bedah VCD anak-anak. (Agis)
sumber :
http://www.pksjatim.org/index.php?option=com_content&task=view&id=459&Itemid=9
http://www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=4715
Senin, 07 April 2008
Lelah...
Kata yang begitu terupaya untuk dihindari...Namun itu pun manusiawi...2 minggu kemarin benar-benar hari yang begitu melelahkan...banyak hal yang harus diselesaikan...kondisi fisik, ruhiyah, psikis yang ikut-ikutan drop...masalah yang ada di hampir setiap sisi kehidupanku...
Akhirnya, aku memberanikan diri untuk menceritakan hal ini kepada seseorang...sedikit lega..Benar-benar di saat pikiran jenuh dengan aktivitas...melihat lampu-lampu kota dari atas ketinggian begitu melapangkan...
Subhanallah, serasa ingin pulang :(
Rabu, 12 Maret 2008
Fenomena Film Ayat-Ayat Cinta
Beragam pendapat bermunculan seiring diluncurkannya film yang diangkat dari sebuah novel Best Seller karya Habiburrahman El Shirazy ini. Mulai dari sanjungan kehebatan sang penulis, cemoohan, hingga pendapat yang biasa-biasa saja pun ada...terlepas dari ragam komentar yang ada, saya ingin mengkritisi tentang fenomena pembajakan yang begitu luar biasa.
Memang pemutaran perdana film ini tidak serentak dilakukan di beberapa kota besar. Alhasil upaya pembajakan di kota yang belum terdapat launching film ini begitu semarak. Bahkan film ini bisa didapat dengan cara mendownload pada sebuah situs yang memberikan fasilitas itu..Barangkali pelanggaran etika menonton film bajakan jika hanya untuk konsumsi pribadi ini tidak sebesar pelanggaran hak cipta bila film bajakan tersebut dikomersilkan. Ya...sama-sama pelanggaran intinya...
Lebih dari itu bahkan, saya mendengar ada sebuah LSM berlatar belakang islam malah menjadikan film ini sebagai tontonan umum dalam rangkaian kegiatannya...Jujur, saya miris sekali...Ini bisa terkena royalti...LSM islam koq memutar film bajakan yang saat ini masih beredar di pasaran...
Allahu A'lam bish showwab
Selasa, 12 Februari 2008
Satu Tangga Kehidupan Yang Penuh Makna
Lebih Lanjut..
Selasa, 22 Januari 2008
Saat sedikit saja kelalaian itu disengaja...
Jam menunjukkan pukul 7.45.. dengan penuh semangat aku bergegas menyiapkan diri menuju sebuah masjid untuk mengikuti kajian, berangkat bersama salah seorang teman yang sedang menunggu di persimpangan jalan..
Sampai di masjid, ternyata pagar masih terkunci, sembari kucari kacamata dalam tasku, namun aku baru ingat bahwa kacamata itu tertinggal di kontrakan...
Akhirnya aku harus pulang kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal...
Selesainya...aku segera menuju ke masjid kembali karena tak ingin ketinggalan materi...namun..
Dipersimpangan jalan tempat aku bertemu dengan temanku tadi, motorku terserempet...dan...gubrak!!!....aku serta orang yang menabrakku terjatuh...
Alhamdulillah aku masih bisa segera bangkit, meski dengan pakaian kotor terkena lumpur jalan yang basah, sementara orang yang menabrakku belum bisa terbangun,...sepertinya shock...sedangkan jalanan mulai macet...Aduuh..
Aku bermaksud belok ke arah kanan sementara orang yang menabrakku itu dari arah lurus menuju arah yang sama...sepenglihatanku sich...waktu aku belok nggak ada kendaraan dari arah lurus...eh ndak tahunya langsung nabrak...
Yach...jadinya aku dianggap salah karena nggak liat-liat...tapi ya sudah...akhirnya mas penabrak kubiayai pengobatannya dan perbaikan motor...
Ya..Allah...hari-hari yang sulit, karena saat ini aku sedang menghemat uang saku untuk keperluan skripsi...Namun saat kejadian itu ada dua orang sahabat yang kebetulan lewat dan alhamdulillah mereka memberi bantuan yang cukup banyak...dan membantu mengurusi mas penabrak, sementara aku harus pulang ke kontrakan lagi....hanya lecet dan memar yang kualami...Setelah membersihkan diri, aku kembali berangkat menuju tempat kajian,...Tapi 'mbak'ku ternyata tahu apa yang terjadi denganku, dan beliau menuju ke kontrakan untuk menjengukku...(pas rame orang lagi kontrakannya :( ...)...Jadi sungkan...
Kemudian menyelesaikan permasalahan dengan mas penabrak-orang papua yang kebanyakan dieeem saja waktu diajak bicara...sepertinya lagi bingung...
Karena tidak sabar menunggu aksi diamnya, kutinggalkan uang ke mas tadi, meski beliaunya ga mau terima...tapi akhirnya terima juga...
Sampai di masjid...
Ku sedikit meraba kondisi diri saat itu...terharu...
Aku ingat... bahwa aku belum tilawah seusai sholat subuh...
Barangkali itu yang menyebabkan hati ini begitu tidak tenang menjalani hari itu...
sepele...tapi benar-benar beda rasanya...
kelalaian yang disengaja, namun begitu terasa akibatnya...
Ya..Rob...maafkan aku...
Kamis, 01 November 2007
Di Suatu Pagi...
Perpisahan adalah sunnatullah yang memang harus terjadi
Ketika kita menyadari hal itu
Mungkin kita akan merasa sedih
Air mata ini pun kembali mengaliri pipi
tapi yakinlah,
Kau sadar atau tidak
kau slalu ada dihatiku
torehan kata-katamu, masih terngiang
gerak-gerikmu, masih kuingat. bahkan aku hafal
Meski yang kau ingat kenakalanku
Do'akan aku selalu...
hiks.hiks...hiks,
Ukh, afwan jika selama berukhuwah denganku, ada hak-hak anti disana yang belum kutunaikan, afwan kabir.
Salam sayang..."
Isi dari sebuah SMS yang hadir pukul 06.15, saat diri tengah menghadiri sebuah syuro.
Kaget, bingung, dan berbagai pertanyaan muncul dalam benak ini..
Apa yang telah terjadi..????
terlepas dari kenyataan yang ada
Banyak hal yang bisa dipetik dari rangkaian kata cinta seorang sahabat tersebut..
Persahabatan yang tidak lagi terhijab oleh perbedaan angkatan, jurusan, serta latar belakang
Meski 2 tahun usianya lebih muda...
Namun itupun tak mampu menghalangi kasih sayang antar sesama manusia
Karena itulah anugerah Allah...
yang mengikatkan hati-hati umatnya dengan rengkuhan cintaNya
Siapakah yang mampu menghalangi jika Allah telah berkehendak ??
Dan siapakah yang mampu menghendaki jika Allah tidak berkenan ??
Maha Kasih Engkau Ya Rabb...
Semoga engkau menemukan ukhuwah yang lebih indah, semangat yang baru, serta kebaikan-kebaikan yang tak terbatas...
Minggu, 28 Oktober 2007
Perbedaan itu...
Kadang begitu indah ketika satu sama lain bertaut salng melengkapi...
Kadang begitu menyakitkan ketika satu sama lain bersaing tanpa tujuan yang jelas..
Hanya memuaskan nafsu, atau hanya sekedar memenangkan akal...
Itulah...
bukan sebagai keangkuhan diri ataupun tendensi fanatisme pemikiran...
semoga cerita ini menjadi introspeksi bagi kita, terutama saya...
cerita yang terbingkai oleh haru biru perjumpaan dengan seorang sahabat...
hanya 1 kelompok berbeda cara berpikirnya diantara sekian banyak kelompok 'pencari Tuhan' dalam sebuah sekolah. Dan hanya 4 orang dari 8 orang dalam satu kelompok itu yang tetap survive hingga kini..(ini kelompok akhwat, kalo ikhwan semuanya sama dengan cara berpikir kebanyakan kelompok)
sementara 4 orang yang lain
Ada yang berpindah ke pemikiran 'umum' di sekolah
Ada yang entah lupa atau tidak tahu...kembali ke jaman jahiliyyah
Ada yang berhenti total dari aktivitas semenjak lulus sekolah.
entahlah kebanyakan orang-orang yang mengalami kefuturan itu kuliah di malang..
bahkan sepertinya tidak ada lagi sebutan 'aktivis dakwah' bagi mantan pengurus SKI..
khusunya para ikhwan...
bahkan yang sangat mengagetkan..seorang ikhwan yang dianggap paling 'safe' diantara ikhwan-ikhwan lain itu pun ternyata pacaran...naudzubillah min dzalik...tidak habis pikir bagaimana dengan yang lain..entah mantan ketum, mantan kabid...sama saja...(nyleneh)..
analisis sementara...kejenuhan adalah faktor penyebab utama..
bagaimana tidak 4 orang yang survive itupun pernah menjadi 'korban' dari cara berpikir kebanyakan kelompok di sekolah..hingga 'tarik-menarik' secara terang-terangan pun pernah dialami..(iklim yang sangat tidak nyaman)..
Jadi sedikit banyak tahulah tentang materi yang diberikan...yang berkisar tentang hal senada..
Terlebih lagi sampai ada yang bertanya.."Mbak apa sih pentingnya i'tikaf ramadhan..??" tanya seseorang yang sedang marah karena ketinggalan rombongan i'tikaf..
Haa ?!???..dilihat tipikal orangnya termasuk getol mencari teman baru..tapi koq...hal seperti itu masih ditanyakan..??
Yach...karena butuh penjelasan lebih barangkali...pikir kami.
Manusia hakikatnya terbagi dalam 3 kebutuhan mendasar..
Jika salah satu diantaranya tidak terpenuhi dengan baik, maka terjadilah apa yang dinamakan ketimpangan yang mengarah ke sesuatu yang lebih besar efek negatifnya..
jasad yang dipenuhi dengan makan, istirahat, dll
akal yang dipenuhi dengan ilmu
hati / ruhiyah yang dicukupi dengan dzikir
Bila kebutuhan jasadi tidak terpenuhi, maka timbullah rasa sakit
Bila kebutuhan akal terabaikan, muncullah kebodohan, keterbelakangan, bahkan kemunduran
dan bila ruhiyah terbengkalai, akan terasa kegundahan, resah...
Muwazanat..
keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan itulah yang menjadikan manusia survive...
Dan tidak bisa dipungkiri...ilmu Allah begitu luasnya, terlalu sempit cara kita berpikir jika memandang segala sesuatu dengan hal-hal yang itu-itu saja..Atau ilmu yang diperoleh juga berat sebelah..yang terkadang kita pun butuh ilmu yang ringan meski hanya ilmu memasak..
Allahu a'lam..
karena hidayah terlalu mahal untuk digadaikan...
Selasa, 11 September 2007
Keikhlasan dan Keadilan (Kisah Masa Lalu...)
Setiap kali menjelang kelulusan, sejak SMP hingga sekarang ada suatu hal yang membuatku menangis terpuruk dalam sedih. Karena hal itu terkait dengan hati, benar-benar menguras seluruh energi jiwa.. Barangkali bagi orang lain hal ini bukanlah sesuatu yang penting, tetapi karena setiap manusia dicipta berbeda, bagiku ini adalah hal yang sangat penting...
Naik kelas 3 SMP, harapanku dapat berkumpul kembali dengan teman-teman sekelas saat kelas 1. Dengan dalih, kekompakan. Karena kelas 2 aku berada di kelas unggulan, yang masya Allah individualis sekali. Persaingan yang sangat ketat. Dan hal itu sangat tidak nyaman bagiku. Namun semangat belajar pun menjadi tinggi, hingga ku tak sadar bahwa bahwa yang masuk ke kelas 3 unggulan adalah yang posisi 5 besar paralel dari 2 kelas unggulan.. Alhasil, salah strategi..rangking ku terlampau tinggi untuk tidak masuk ke kelas unggulan. Menangis mendengar pembagian kelas saat itu...Dan entahlah ada semacam kekuatan dari tubuh ini untuk menghadap guru dan meminta dengan sedikit memaksa untuk mengeluarkanku dari kelas unggulan itu.Aneh memang, tapi ya..karena aku bisa melakukan sesuatu karena pengaruh kuat suasana hati. Kala hati sudah tidak nyaman, efeknya cukup besar. Alhamdulillah, akhirnya keinginanku terwujud... Aku kembali bersama teman-teman yang kuharapkan.
Naik kelas 3 SMA, hal yang sama terulang lagi. Cukup beda tipis. Sejak kelas 1 aku berada di kelas unggulan, dan agak terbiasa dengan suasana individualisnya. Naik kelas 3 aku berharap masuk ke kelas biasa, karena mengejar ranking..barangkali ada kesempatan untuk mengambil beasiswa atau program PMDK. 2 tahun di kelas unggulan cukup susah untuk berada di 3 besar. Paling tinggi peringkat 6 bagi prestasiku..Namun masya Allah, ternyata aku masuk di kelas unggulan ke 2..Sesak rasanya, kembali muncul kekuatan untuk menghadap ke guru, bahkan hingga menelepon wakasek. Akhirnya aku pun berada di kelas biasa..Sekali lagi, aneh memang.
Dan saat ini, hal serupa pun terjadi...
Sesak tubuh membayang...bingung...sedih...
Ku coba kembali 'memberontak' >>> apakah tidak ada yang lain ??? bingung akan amanah, overload
Dan, akhirnya 'pemberontakan' itupun berhasil...^_^Y
Belajar akan hakikat keikhlasan, ikhlas akan sebuah keputusan, pasrah menerima keadaan
Ataukah mencari keadilan dengan dalih kita yang lebih tahu apa yang kita butuhkan, bukan orang lain...Meski sesungguhnya Allahlah yang lebih tahu tentang kita...
*** Karena setiap detik adalah hikmah***


