"Koq bisa gitu.."
"Hmm...liberal banget.."
"Tahu etika ndak sich...?"
Yach...beragam komentar muncul ketika tahu bahwa di suatu daerah punya kultur pergaulan antar aktivis yang berbeda..(red:lebih longgar)..
Antara Surabaya dan Jakarta...beda sekali..
Kalau di surabaya...hijab benar-benar ketat...beda dengan jakarta..tapi hebatnya...dakwah di jakarta benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat..dan justru di surabaya masih terkesan eksklusif...
Setelah berdiskusi dengan salah seorang ikhwah..meski terasa liberal...tetapi tidak melanggar syar'i. Dari sini kemudian bisa diambil garis merah bahwa tidak etis belum tentu tidak syar'i. Karena etika, umumnya dibuat oleh masyarakat setempat. Misal : syuro malam yang pesertanya ikhwan dan akhwat.
Tidak ada larangan dalam islam tentang syuro malam. Larangan yang berlaku selama ini hanyalah sekedar etika. Memang etika itu baik, bahkan ketaatan terhadapnya perlu dijunjung tinggi. Namun..hendaknya etika juga tidak membatasi gerak dakwah kita..hingga terkesan kaku..dan akhirnya tidak mengena sasaran. Namun bukan berarti saya setuju syuro malam. Lihat konteksnya dulu..kalo memang bisa untuk tidak syuro malam, kerja malam, saya pasti akan memilih waktu-waktu selain malam. Namun kenyataan tak seindah harapan...bahwa hanya ada satu waktu untuk bisa melakukan hal-hal tersebut, yaitu malam hari. Ya, karena di siang hari tiap orang melakukan aktivitas yang lain, dan baru bisa bertemu untuk syuro di malam hari..
Masalah etika "akhwat koq pulang malam..", dan kalau ada yang bilang "saya kan punya izzah..nggak mau dong malam-malam..". Sama sekali izzah itu tidak diukur dengan siang ataupun malam.. Jadi selama itu tidak melanggar syar'i meski itu kurang baik secara etika...why not..??
Rabu, 26 Maret 2008
Antara Syar'i Dan Etika
Rabu, 19 Maret 2008
Ayo..menjadi 7 Golongan yang dinaungi Allah di hari kiamat...!!!
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara saudariku yang kucintai. Kali ini kita membahas tujuh golongan manusia yang dimuliakan oleh Allah di hari akhirat kelak.
Ikhwah fillah rahimakumullah, simaklah hadits Rasulullah SAW, hadits mutafaqun'alaih, shahih Bukhari Muslim:
Dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut kepada Allah", seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya." (HR Bukhari)
Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.
Yang pertama, imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.
Yang kedua, pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT. Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.
Yang ketiga, manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama'ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.
Kemudian yang keempat, orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah. . Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.
Kemudian yang kelima, orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.
Yang keenam, sangat sulit ini, pemuda yang dirayu, digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah". Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.
Kemudian yang ketujuh, yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah, kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah.
Subhanallah. . Inilah golongan yang kelak mendapat pertolongan Allah di hari kiamat kelak.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahai lla anta astaghfiruka wa atubuilaik. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
oleh : Ust. Arifin Ilham
Rabu, 12 Maret 2008
Fenomena Film Ayat-Ayat Cinta
Beragam pendapat bermunculan seiring diluncurkannya film yang diangkat dari sebuah novel Best Seller karya Habiburrahman El Shirazy ini. Mulai dari sanjungan kehebatan sang penulis, cemoohan, hingga pendapat yang biasa-biasa saja pun ada...terlepas dari ragam komentar yang ada, saya ingin mengkritisi tentang fenomena pembajakan yang begitu luar biasa.
Memang pemutaran perdana film ini tidak serentak dilakukan di beberapa kota besar. Alhasil upaya pembajakan di kota yang belum terdapat launching film ini begitu semarak. Bahkan film ini bisa didapat dengan cara mendownload pada sebuah situs yang memberikan fasilitas itu..Barangkali pelanggaran etika menonton film bajakan jika hanya untuk konsumsi pribadi ini tidak sebesar pelanggaran hak cipta bila film bajakan tersebut dikomersilkan. Ya...sama-sama pelanggaran intinya...
Lebih dari itu bahkan, saya mendengar ada sebuah LSM berlatar belakang islam malah menjadikan film ini sebagai tontonan umum dalam rangkaian kegiatannya...Jujur, saya miris sekali...Ini bisa terkena royalti...LSM islam koq memutar film bajakan yang saat ini masih beredar di pasaran...
Allahu A'lam bish showwab
Rabu, 13 Februari 2008
Valentine...?!#%@%&$
Majelis Ulama Indonesia dalam waktu dekat akan membahas mengenai perlu tidaknya dikeluarkan fatwa haram perayaan valentine. Tindakan MUI ini setelah adanya desakan dari berbagai kalangan agar MUI mengharamkan perayaan hari valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari tersebut sebagai hari kasih sayang.
Hari Valentine sendiri sesungguhnya berasal dari perayaan Lupercalia bangsa pagan Roma kuno yang diselenggarakan setiap tanggal 13 hingga 18 Februari. Pada malam menjelang tanggal 14 Februari, para pemuda dan pemudi Roma akan merayakan hari itu dengan pesta perzinahan. Inilah awal dari Hari Valentine yang sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Kasih Sayang (Affection) melainkan lebih kepada Sexuality (perzinahan) yang penuh maksiat.
Selasa, 12 Februari 2008
Satu Tangga Kehidupan Yang Penuh Makna
Lebih Lanjut..
Selasa, 22 Januari 2008
Saat sedikit saja kelalaian itu disengaja...
Jam menunjukkan pukul 7.45.. dengan penuh semangat aku bergegas menyiapkan diri menuju sebuah masjid untuk mengikuti kajian, berangkat bersama salah seorang teman yang sedang menunggu di persimpangan jalan..
Sampai di masjid, ternyata pagar masih terkunci, sembari kucari kacamata dalam tasku, namun aku baru ingat bahwa kacamata itu tertinggal di kontrakan...
Akhirnya aku harus pulang kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal...
Selesainya...aku segera menuju ke masjid kembali karena tak ingin ketinggalan materi...namun..
Dipersimpangan jalan tempat aku bertemu dengan temanku tadi, motorku terserempet...dan...gubrak!!!....aku serta orang yang menabrakku terjatuh...
Alhamdulillah aku masih bisa segera bangkit, meski dengan pakaian kotor terkena lumpur jalan yang basah, sementara orang yang menabrakku belum bisa terbangun,...sepertinya shock...sedangkan jalanan mulai macet...Aduuh..
Aku bermaksud belok ke arah kanan sementara orang yang menabrakku itu dari arah lurus menuju arah yang sama...sepenglihatanku sich...waktu aku belok nggak ada kendaraan dari arah lurus...eh ndak tahunya langsung nabrak...
Yach...jadinya aku dianggap salah karena nggak liat-liat...tapi ya sudah...akhirnya mas penabrak kubiayai pengobatannya dan perbaikan motor...
Ya..Allah...hari-hari yang sulit, karena saat ini aku sedang menghemat uang saku untuk keperluan skripsi...Namun saat kejadian itu ada dua orang sahabat yang kebetulan lewat dan alhamdulillah mereka memberi bantuan yang cukup banyak...dan membantu mengurusi mas penabrak, sementara aku harus pulang ke kontrakan lagi....hanya lecet dan memar yang kualami...Setelah membersihkan diri, aku kembali berangkat menuju tempat kajian,...Tapi 'mbak'ku ternyata tahu apa yang terjadi denganku, dan beliau menuju ke kontrakan untuk menjengukku...(pas rame orang lagi kontrakannya :( ...)...Jadi sungkan...
Kemudian menyelesaikan permasalahan dengan mas penabrak-orang papua yang kebanyakan dieeem saja waktu diajak bicara...sepertinya lagi bingung...
Karena tidak sabar menunggu aksi diamnya, kutinggalkan uang ke mas tadi, meski beliaunya ga mau terima...tapi akhirnya terima juga...
Sampai di masjid...
Ku sedikit meraba kondisi diri saat itu...terharu...
Aku ingat... bahwa aku belum tilawah seusai sholat subuh...
Barangkali itu yang menyebabkan hati ini begitu tidak tenang menjalani hari itu...
sepele...tapi benar-benar beda rasanya...
kelalaian yang disengaja, namun begitu terasa akibatnya...
Ya..Rob...maafkan aku...
Harapan dan Doa YangTak Pernah Putus, Membuat Warga Ghaza Bertahan
Selasa, 22 Jan 08 10:12 WIB
Lebih dari satu setengah juta warga Ghaza mencoba bertahan dan menyesuaikan diri hidup tanpa listrik dan makin menipisnya kebutuhan sehari-hari seperti air bersih dan makanan. Banyak di antara warga Ghaza hari Senin kemarin berpuasa. Namun himpitan dan penderitaan yang mereka alami, tidak menggoyahkan keimanan dan keyakinan mereka bahwa Allah swt akan selalu melindungi dan mengulurkan tanganNya.
Tak ada lagi yang bisa dilakukan warga Ghaza menghadapi kekejaman dan blokade ekonomi tanpa ampun yang dilakukan rejim Zionis Israel yang sudah berlangsung selama empat hari ini. Hanya harapan yang kini tersisa di hati mereka dan doa yang senantiasa dipanjatkan.
"Ya, Allah yang Maha Besar, kami sudah tidak mampu lagi berkata-kata dan nafas kami terasa sesak untuk mengungkapkan semua kepedihan ini. Namun Engkau yang Maha Tahu penderitaan kami ini, " doa Umi Muhammad sambil meneteskan air mata.
Dengan lilin di tangan kanan dan tangan kiri memegang spanduk, Abu Ahmad, 65, menggumamkan harapannya, "Allah-lah penolong kami. Saya yakin Allah tidak akan membiarkan kami bersedih menghadapi situasi yang berat ini." Spanduk bertuliskan "Cabut blokade pembunuh ini" yang dipegang Abu Ahmad seolah cuma tulisan tanpa arti, padahal itulah jeritan hati warga Ghaza. Antrian di toko-toko roti terlihat selama tiga hari ini di Ghaza. Pabrik-pabrik dan tempat pengisian bahan bakar sudah tidak beroperasi lagi, sejak rejim Zionis memperketat blokade jumat pekan kemarin, dengan menutup semua perbatasan di Ghaza, sehingga pasokan bahan bakar, makanan bahkan bantuan kemanusiaan tidak bisa mengalir ke Ghaza.
Yang memprihatinkan, dunia internasional, utamanya negara-negara Barat yang selama ini sibuk mendamaikan Israel-Palestina diam melihat kekejaman rejim Zionis Israel yang bukan hanya membuat warga Ghaza kelaparan, kegelapan, kekurangan obat-obatan, bahkan membantai warga Ghaza yang sudah tak berdaya.
"Tak ada seorang pun yang mengulurkan bantuan, air mata dan tangisan kami tak membuat hari mereka tergerak, " ujar Abu Ahmad prihatin.
Sejak Senin kemarin, banyak warga Ghaza yang memilih berpuasa menghadapi kesulitan mereka. Begitupula para tahanan warga Palestina di penjara-penjara Israel, sebagai bentuk solidaritas mereka pada warga Ghaza. Dalam pernyataan bersama mereka mengatakan, "Hati kami hancur, kami tak berdaya untuk membantu mereka."
Untuk tetap membangkitkan semangat dan menguatkan hati warga Ghaza, seruan agar warga Ghaza tetap tabah disiarkan lewat radio-radio dan mikrofon.
Di malam hari, warga Ghaza yang menghabiskan malamnya di masjid-masjid, berdoa agar Allah swt segera mengakhiri penderitaan mereka, melindungi para janda-janda tua, anak-anak dan para pasien yang kini dalam kondisi sekarat akibat blokade rejim Zionis.
Seorang imam masjid di Ghaza tidak bisa menahan emosinya dan melontarkan kemarahannya pada dunia. "Apakah Anda tuli? Tidakkah kalian mendengar suara tangis para ibu dan anak-anak? Tidakkah mereka mendengar tangisan para tahanan dan mereka yang tertindas?" tandas Syaikh Waed al-Zordi, imam masjid Al-Omari di Ghaza.
Semoga Allah swt senantiasa memberikan kekuatan dan melimpahkan kasih sayangNya pada saudara-saudara kita di Ghaza, serta membalas semua kesabaran mereka.
Lebih Lanjut..
Senin, 21 Januari 2008
Berhati-hatilah Dengan Salam....!!
Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]
Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” . Namun yang sering saya dapatkan, adalah singkatan "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.
“Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).
Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!”Singkatan ala Rasulullah
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)
Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu 'alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).
Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu 'alaikum". Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]
Lebih Lanjut..
Kamis, 10 Januari 2008
SELAMAT TAHUN BARU 1429 H
Semoga kita termasuk ke dalam Golongan orang-orang yang berHIJRAH
Hijrah dari kekufuran nikmat menjadi syukur nikmat
Hijrah dari kebodohan ke berilmu
Hijrah dari kefasikan menjadi ahlu ibadah
Hijrah dari kemiskinan hati kepada kelapangan qolbu
Hijrah dari kemiskinan harta pada keberlimpahan rizki yang barokah
Hijrah dari keterpasungan duniawi kepada kecintaan pada Sang Rabb
Semoga kita selalu dalam Ridho Allah SWT, dan
Di tahun yang baru ini lebih meningkat syukur dan amal ibadah kita
Semoga semakin tambah tahun ..
Semakin banyak ilmu semakin bijaksana..
Semoga kita bisa meneladani makna Rasul berhijrah
Semoga di tahun baru ini membawa keberkahan dan kehidupan yang lebih baik buat kita semua
Semoga tahun ini lebih berkah dan lebih cerah
Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan ALLAH SWT
Dan semoga semuanya menjadi lebih baik dan lebih indah
merendahlah,
kau kan seperti bintang-gemintang
berkilau dipandang orang diatas riak air
dan sang bintang nun jauh tinggi
janganlah seperti asap
yang mengangkat diri tinggi di langit
padahal dirinya rendah-hina.
(Alm. Ust. Rahmat Abdullah_Allahummaghfirlahu warhamhu)
dari milis syiar islam



