Jumat, 05 Juni 2009

Waaaawww...lama ndak ngisi...^_^

Assalamu'alaykum...

Lama ndak ngisi blog ni.. dah ada kesibukan lain...hihi..

Anyway, ane ingin ucapin Barokallaahu Laka Wa Baroka 'Alayka Wa Jama'a Baynakuma fii Khoyr untuk mbak Layla dan Pak Nur, serta Linda dan Pak Hidayat...moga jadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rohmah..

Lebih Lanjut..

Minggu, 29 Maret 2009

Maret Penuh Makna

2 Maret...saya bertemu dengan seorang akhwat yang subhanallah luar biasa...seolah-olah menemukan kembali sahabat yang hilang...

8 Maret...hari yang tidak akan pernah terlupa...dengan terucapnya mitsaqon ghalidza oleh seseorang yang sanggup menanggung seluruh kisah hidup ini...

11 Maret...gone to the best place for the best moment...

16 Maret...kembali ke aktivitas biasa dalam nuansa yang begitu berbeda...

25 Maret...first time of open campaign for Partai Kita Semua

29 Maret...last time for direct marketing... ready to be a winner...Allahu Akbar !!

Lebih Lanjut..

Senin, 16 Februari 2009

Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

Apa yang Anda rasakan sesaat sebelum tampil melakukan presentasi di depan umum? Apakah telapak tangan Anda berkeringat, kerongkongan kering dan tercekat, wajah memerah, suara bergetar, jantung berdebar, dan perut mulas? Penderitaan semacam ini tak hanya Anda alami saat berbicara di hadapan ratusan orang yang tidak Anda kenal, tetapi juga saat rapat bersama rekan-rekan Anda sendiri.

Pada saat itu, Anda sebenarnya sedang mengalami sindrom tidak percaya diri. Penyebabnya, entah karena Anda memang tidak terbiasa berbicara di depan umum, atau tidak siap tampil. Hal ini tak hanya dialami oleh Anda yang baru pertama kali menjadi pembicara. Bahkan orang yang sudah sering tampil sebagai public speaker pun masih sering mengalaminya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa karena belum mempersiapkan diri dengan materi, bisa pula karena tidak tahu siapa hadirin yang dihadapi.

Membangun kepercayaan diri

Menurut Alexander Sriewijono, psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya, sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya.

Untuk membangun kepercayaan diri, ada tiga strategi yang dapat dilakukan:

Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga hal:

1. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai.

2. Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya, Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang belum mampu berpikir kritis.

3. Membangun gambaran yang positif terhadap diri sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image). Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri. Bagi orang yang memiliki penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya.

Kendalikan penghambat kepercayaan diri Anda, yang umumnya ada tiga hal:

1. Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Anda tidak percaya diri, melainkan pikiran negatif Anda sendiri.

2. Nyatakan perasaan atau pikiran Anda dengan lebih spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya "saya merasa kacau". Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu perilaku spesifik yang tidak Anda sukai, lalu perasaan Anda sendiri. Atau bila ada perasaan ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. Misalnya, "Saya punya perasaan ganda tentang apa yang baru Anda lakukan. Saya senang dan berterima kasih Anda telah membantu saya menjelaskan masalah, tapi saya tidak suka diinterupsi ketika belum selesai berbicara." Penggunaan kata "Saya" atau "Saya merasa" akan membantu Anda mengekspresikan perasaan yang sulit tanpa menyerang harga diri lawan bicara.

3. Cara Anda menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara sendiri, ia tidak berani memperingatkannya.

Atasi rasa takut Anda. Anda bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran, atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebelum menyampaikan presentasi:

* Atur nafas sampai merasa tenang.

* Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato.

* Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat.

* Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi meminta maaf untuknya.

* Buatlah persiapan matang sebelum tampil.

* Terimalah ketidaksempurnaan.

* Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi.

* Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato.

* Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan.

* Bayangkan diri Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat

sumber : kompas (16/2/2009)

Lebih Lanjut..

Rabu, 28 Januari 2009

Lucu...Seperti Anak Kecil..

Akhir-akhir ini sering melihat berita di televisi.. Begitu antusias untuk melihat update berita terutama sejak terjadi krisis Gaza. Sementara sekarang Gaza 'sedikit' tenang, berita politik dalam negeri yang memanas.. Saya hanya ingin berkomentar saja...

Pertama, mengenai kasus 'Pelanggaran Kampanye PKS'...ini terkait aksi-aksi solidaritas PKS untuk Palestina, didalamnya sangat kental dengan isu-isu perjuangan negara terjajah tersebut. Atribut yang dikenakan, tentulah yang berkaitan dengan aksi, ada bendera Palestina, Indonesia, dan tentu saja bendera partai sebagai identitas diri.. Yaa...seperti aksi-aksi pada umumnyalah. Hebatnya lagi, selain aksi ini diikuti oleh ratusan ribu massa, ia juga mampu menghasilkan jutaan uang. Bukannya mengeluarkan biaya tapi malah dapat dana. Boro-boro kader partai menikmati fasilitas, yang ada justru mereka yang diminta mengeluarkan uang...hehe.. tapi yang namanya jual beli dengan Allah, dijamin ga ada ruginya... Nah, melihat fenomena seperti itu, Bawaslu (Badan pengawas pemilu) kalang kabut.. dengan alasan mencuri start kampanye, mereka melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya..
Lucu banget...koq tidak dari dulu kasus ini dilaporkan... ada tidaknya pemilu, aksi ini selalu ada dan selalu mengenakan atribut yang sama. Kenapa baru sekarang dipermasalahkan, kalau memang mau mengenalkan diri ke masyarakat tentang siapa Bawaslu, apa dan bagaimana dirimu, sebaiknya pakai cara-cara yang cerdas dong... Penilaian international terhadap aksi-aksi PKS begitu terapresiasi, nah koq...di dalam negeri dianggap pelanggaran... Lucu banget, belum bisa bedakan mana yang urgent mana yang nggak...seperti anak kecil saja.

Tambah lucu lagi, setelah Polri mengeluarkan SP3 terhadap kasus ini karena bukti-buktinya kurang kuat... Tapi lumayanlah... PKS semakin populer.. :)

Kedua, tentang rakernas PDI-P yang salah satu agendanya menentukan cawapres bagi ketua umumnya Megawati... nah, saat pembukaan acara berlangsung, Mega memberikan pidato dengan membaca teks yang isinya tidak lain dan tidak bukan selalu mengkritik pemerintahan sekarang, terutama terkait penurunan harga BBM yang dilakukan hingga 3x dalam waktu kurang dari 3 bulan.. Seperti permainan yoyo, yang naik turun.. Nah, Mega sendiri tak ubahnya seperti pemain sirkus dengan hiburan sesaatnya. Seneng banget usil, seperti ndak ada kerjaan lain saja. Yach, anak kecil kan emang gitu... Tapi seru juga buat refreshing.. :)

Lebih Lanjut..

Minggu, 25 Januari 2009

Road Show Ibu-Ibu 2003

Dua kali hari ahad kemarin, tepatnya tanggal 18 dan 25 januari 2009..saya bersama sahabat-sahabat akhwat 2003 bertandang ke rumah salah seorang akhwat yang lain untuk menghadiri perayaan walimah nikah.. Usaha keras untuk menghadiri walimah kedua akhwat tadi, karena mereka adalah 2 orang seperjuangan di jurusan dan organisasi ekstra kampus.. Jauh & energi yang tak sedikit yang harus dikeluarkan, tapi hanya demi persaudaraan kami melakukannya..

Pernikahan di tanggal 18...tak banyak aral yang melintang, kami menikmati perjalanan dengan penuh keceriaan. Sempat mampir pula ke rumah salah seorang akhwat lain di lokasi yang berdekatan. Akhirnya sampai di Surabaya pukul 15.00-an.

Sementara walimah akhwat lain di tanggal 25...lokasi yang jauh, hampir perbatasan dengan jawa tengah. Sempat diputuskan untuk tidak berangkat di H-1 karena tidak banyak orang yang bersedia ikut, sedangkan mobil yang biasa kami sewa dengan harga murah pada keluar semua.. Ada salah seorang akhwat yang memberanikan diri untuk naik kereta, dan akhirnya saya pun memberitahukan lagi ke rekan2 untuk naik kereta bersama. Terbayang resiko-resiko yang akan dihadapi. Saya cukup trauma ketika harus naik kereta ekonomi..

Di saat-saat yang penuh keraguan itu...ada salah seorang akhwat yang menawarkan untuk menanggung biaya kekurangan sewa mobil...Yach, kalkulasi awal saya per orang dikenakan infaq max 50ribu dengan mobil yang biasa kami sewa. Sementara ketika mencari info ke rent car lain,..wuiihh, harganya jauuh banget bedanya...Subhanallah, akhirnya saya berupaya mencari tambahan untuk bisa memenuhi kuota kapasitas mobil... Dan baru terpenuhi pasti di malam harinya..alhamdulillah.

Keesokan harinya, rencana berangkat pukul 07.00,....tapi hehehe...banyak kendala yang dihadapi termasuk jaringan komunikasi yang error...Yach, yang penting bersama-sama.

Di jalan, ada yang muntah ternyata karena belum sempat sarapan...jadi harus berhenti sejenak di tengah jalan...alhamdulillah pak sopirnya baik banget, supel lagi...

Di daerah Saradan, Madiun...kami istirahat untuk melakukan sholat jamak. Dan sampai di tempat tujuan dengan situasi pasca guyuran hujan.. Kami kira acara sudah selesai tapi alhamdulillah meski telat tapi masih bisa mengikuti khutbah nikah..karena mulai akadnya pun terlambat. Bertemu dengan banyak ikhwah alumni ITS di sana...menyenangkan.

Yang selalu tak pernah lupa kami lakukan adalah...BERFOTO.. apa ini menjadi fitrah kaum hawa ya ???...

Puas dengan berfoto, sementara waktu semakin tak kenal kompromi, akhirnya kami pamit pulang...namun tak jauh dari lokas,i kami sengaja berhenti kembali sekedar berfoto-foto lagi..karena backgroundnya ...subhanallah buaguus banget...istilahnya kutit banget siy(kebalikan dari ndesit)..Padahal juga cuma sawah terasering doang...tapi bener deh...jarang-jarang kayak gini...sampai ada orang sekitar yang menanyakan apa mobilnya sedang mogok koq berhenti di tengah jalan ??...hehe

Puas..langsung cabut ke Surabaya, perkiraan sampai di kota ini jam 8 malam. Tapi belum keluar dari Magetan kami dikejutkan dengan berita ada sebuah keluarga ikhwah yang kami kenal sedang kecelakaan di Kediri... langsung saya mengontak nomor ummahat tersebut dan menanyakan lokasi rumah sakit. Kemudian kami mengarah ke rumah sakit..dan sampai di rumah sakit pukul 19.00 lebih. Yah, cukup memprihatinkan, karena suaminya mengalami retak tulang iga, ada 7 jahitan di kepala (kalo tidak salah)...tapi ummahat tadi alhamdulillah tidak terlalu serius luka yang dialami. Sementara mobil yang ditumpangi ringsek...karena bertabrakan dengan truk muatan penuh. Ya Allah...

Pulang dari rumah sakit masih dalam kondisi hujan pukul 19.45, dan karena belum tahu pasti arah untuk ke Surabaya..akhirnya kami pun melewati jalan yang lebih jauh... Sampai di Surabaya pukul 12.00 -an malam.

Lelah...
Tapi ada kepuasan batin yang kami rasakan...

Lebih Lanjut..

Kamis, 15 Januari 2009

Pingin Tau Sejarah Tanah Palestin..?? Biar Ga Kuper Gitu Loh..

Kawan...
Di masa-masa kritis peperangan antar Israel dan Palestin sekarang ini..banyak sekali pendapat bermunculan di seluruh dunia. Ada yang asal berpendapat saja hanya mengandalkan emosi, ada yang pake pemikiran tapi juga nyleneh, dan banyak juga yang berdalih dengan pandangan obyektif..

Nah, biar kita pun ndak asal ikut menentukan pendapat (bagi yang kasih komen dengan masalah dunia ini..), ada baiknya kita perlu tau gimana se berdirinya negara Israel dulu...

Baca ini niyy...Klik

Lebih Lanjut..

Selasa, 30 Desember 2008

Harapan Baru..Semangat Baru....^_^

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriah

Semoga Ke Depan Semakin Banyak Bermunculan Harapan Baru

Yang Memberi Semangat dalam Mengarungi Hidup

Kualitas Amal Yang Semakin Tinggi

Dan Kontribusi Bagi Umat Yang Lebih Nyata...

Allahumma Amin

Lebih Lanjut..

Senin, 08 Desember 2008

Selamat Idul Adha...

Hari Senin, 8 Desember 2008...Hari raya qurban...kesempatan berharga untuk pulang ke Malang. Niat awal sambil silaturahim ke rumah mbak Hamida-eks Kaput JMMI. Tapi terhalang cuaca, akhirnya ndak jadi dech. Dari Surabaya jam 16.00, habis rapat langsung berangkat ke Malang. Cuaca pas lagi mendung, dan jalanan rame.. Hujan ternyata turun dengan cukup deras di daerah Panjang Jiwo...sampai Sidoarjo... Harus rela berbasah ria...meski pake jas hujan. Akhir-akhir ini, sering banget pulang dengan bermotor, karena di Malang selalu saya gunakan buat keliling. Motor di rumah juga jarang nganggur.. Beresiko memang, tapi hemat. Yach...perlu hati-hati saja.

Rencana balik hari Senin...gagal juga..tidak diijinkan ortu..akhirnya balik selasa pagi dech...

Lebih Lanjut..

Senin, 10 November 2008

Berakhir Sudah...

Alhamdulillah....dua amanah telah terselesaikan...tidak ada lagi 'tanggungan' yang harus diselesaikan di kampus...apapun bentuknya....saya ingin menikmati suasana baru...yang belum pernah terjamah... Ingin rasanya berkelana ke kota lain...menetap di sana...mencoba nuansa kehidupan yang baru...

Subhanallah...semoga Allah memberi kemudahan...
Amiin

Lebih Lanjut..

Jumat, 17 Oktober 2008

Roda Kehidupan...

Roda Kehidupan...
tak kenal henti selama ruh ini masih menyatu dengan jasad...dan selama itu pula tantangan baru akan selalu menghampiri....

Kisah klasik...berkaitan dengan hati atau lebih tepatnya rasa ketertarikan dengan lawan jenis.
Fitrah sich...tapi perlu sebuah norma juga...jangan sampai kesuciannya, keindahannya, berkah yang nanti akan mengirinya hilang disebabkan cara-cara kita yang tidak diperkenankan secara syar'i.. misalkan dengan pacaran..

Memang tidak ada dalil secara jelas yang melarang pacaran kawan...tapi kalau dilihat aktivitas selama pacaran...sama halnya dengan mendekati zina bukan ???

Lelah rasanya mendengar orang-orang yang begitu concern belajar islam, tapi tetap saja seolah tak tahu norma terkait masalah yang satu ini...tahu sih tahu...tapi dibuat modus baru yang menyamarkan...astaghfirullah

Mengapa saya nulis seperti ini...karena sudah kali kedua...saya harus menghadapi adik-adik binaan yang bermasalah serius..dan baru saya ketahui ketika sudah jauh melangkah...sudah sampai pada tahap orang tua..

Sama sekali tidak bermaksud untuk gila kehormatan...tidak sama sekali... Kalau memang berkeinginan untuk menikah...pasti saya persilahkan. Satu hal yang saya inginkan...kebersihan proses...niat yang lurus...jangan sampai ada celah sedikitpun bagi campur tangan syaithan...

Di sinilah letak sensitivitas itu....ketika seseorang telah 'kalah' dalam proses ini...bertingkah layaknya orang yang belum tahu norma...sms-sms tidak urgent...sesungguhnya mereka tidak kuasa menghadapi ujian berupa kesenangan ini..

Suatu ketika saya pernah berdiskusi dengan seorang ummahat...
"syaithan akan berusaha MENYATUKAN orang yang belum menikah, entah dengan cara sms, chatting, tatap muka...tapi ketika sudah menikah, syaithan akan berupaya memisahkan suami istri...entah dengan masalah2 kecil yang kemudian bisa membesar...hingga sampai pada perceraian...karena menyatukan dua individu itu bukan perkara mudah....kalo tidak bisa menjaga diri sebelum menikah..maka akan susah jugamenjaga diri ketika telah berumah tangga...semua diukur pra menikah..."
Ya sudahlah...barangkali saya memang perlu introspeksi...
Mungkin saya kurang memberikan perhatian ke adik-adik, ruhiyah yang lemah, doa untuk mereka yang jarang terucap, terlalu egois....

Semoga Allah meridhai...

Lebih Lanjut..