Selasa, 15 Juli 2008

Kesalahan Yang Terbiasakan

Sebuah kisah yang cukup menyedihkan...tapi lama-lama jadi kebal mendengar kisah-kisah serupa..karena barangkali terlalu sering hal-hal seperti itu terjadi...Yup..berkenaan dengan interaksi antar aktivis dakwah (ikhwan : laki-laki VS akhwat : perempuan).

Awalnya kasus ini menimpa seseorang yang hanif (sebut saja Ayu) yang kemudian mengikuti program halaqoh pekanan. Bisa dijadikan pemakluman karena memang belum tahu ilmu akan ikhtilath, sekian lama waktu berjalan hubungan Ayu dengan Cakep (sang cowok yang sebenarnya juga hanif lalu ikut program halaqoh pekanan) semakin memasuki episode cerita yang kian seru. Keduanya masih berhubungan kendati sedikit demi sedikit ilmu akan pergaulan antar aktivis dakwah yang notabene ada batasan-batasan tersendiri kian dipahami oleh kedua belah pihak. Bagaimana tidak, kedua orang tersebut terdaftar sebagai mentor mahasiswa baru...Namun seiring merambahnya waktu, keduanya mengakhiri hubungan dengan suasana yang jauh dari nuansa kekeluargaan..

Sekarang sang Ayu semakin aktif dalam sebuah organisasi dakwah dan menduduki jabatan penting dalam lembaga tersebut. Sedangkan sang Cakep...mengalami kefuturan, entah sampai dimana sekarang.

Kaget...sedih..marah...karena ternyata di lembaga dakwah tersebut..sang Ayu belum berhenti dari serangan VMJ. Tak ada akar, batang pun jadi...tak ada singa, harimau pun boleh juga...tak ada si cakep...si keren pun bisa..

Tak habis pikir..ikhwan yang megang jabatan sangat-sangat penting di lembaga...kena VMJ dengan si Ayu..tak ubahnya seperti orang yang ndak tahu ilmu pergaulan...dari sms taujih..sms curhat..saling pinjam barang...bahkan sampai surat-suratan...Astaghfirullah. Akhirnya kasus ini sempat tercium oleh beberapa pihak dan dilakukan tabayyun hingga akhirnya terucap janji untuk menghentikan perbuatan yang mencoreng nama dakwah itu.

Kekhawatiran pun sempat mencuat, mengingat sang akhwat benar-benar belum bisa menjaga diri..Dan akhirnya kekhawatiran itu menjadi kenyataan...setelah janji itu terucap...inbox HP masih banyak yang didapat dari sang ikhwan...isinya ...hal-hal yang tidak penting untuk disampaikan...Bahkan seorang Qiyadhah pun tak mampu berbuat apa-apa..

Sedih...teramat sangat...kecewa sekali...
Hanya sebatas itu izzahmu ukhti...

Setelah dirunut...mereka masih tetap berhubungan karena telah menganggap apa yang mereka lakukan adalah hal yang biasa...naudzubillah...

Hadis riwayat Imran bin Husaini ra., ia berkata:
Nabi saw. pernah bersabda: Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan

Nah kalau bagi mereka apa yang mereka perbuat itu membawa kebaikan...maka hilanglah rasa malu. Padahal kata Rasulullah :

Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman.

Sadar ukhti...sadar .....!!

jangan terjebak buaian syahwat...


Lebih Lanjut..

Kamis, 03 Juli 2008

Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.
Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita".
Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.
Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.
Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita,namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.
Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.Kelima, al malul halal, atau harta yang halal. Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.
Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya, hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya sepertiyang dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah. Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia. Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’ mungkin membaca doa ‘sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia ”), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah. Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri. Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. )

Lebih Lanjut..

Rabu, 02 Juli 2008

Posisi Perempuan Yang Jadi Imam Sholat...(dimana ya...??)

Pertanyaan :
Saya di tanya sama istri saya perihal posisi imam perempuan dan kemudian saya baca dalam kitab fiqih sunnah terjemahan disanah terdapat hadis yang menyatakan bahwa siti aisyah pernah menjadi imam dan posisinya berada di tengah2......terus saya diskusikan dengan teman katanya hadist tersebut lemah tidak bisa di pakai tapi sayang belum puas dengan penjelasan temen saya itu. yang saya tanyakan tolong jelaskan bagaimana posisi imam perempuan yang sebenarnya?, kalau memang hadits siti aisyah itu lemah atau shahih tolong jelaskan? sebab saya masih bingung mana yang benar? terima kasih atas perhatiannya...

Jawaban :
Segala puji bagi Allah Ta'ala dan semoga Dia menambahkan kepada kita 'ilmu karena ketidak puasan kita dengan methode taqlid dan lebih memilih methode ittiba'. Masalah ini adalah ijma' dari kalangan para shahabat. Kemudian pernyataan bahwa hadits 'Aisyah lemah, hal ini terlalu terburu-buru dan tanpa didasari 'ilmu yang baik, riwayat 'Aisyah bukan cuma satu tapi memilik banyak jalan, maka karenanya Syaikh Al-Albani telah menyatakan hadits itu shahih dalam Tamaamul-Minnah no.99 hal.153

Dan dari bab Adzan :
Dan dari ‘Aisyah, bahwasanya beliau ber-adzan dan berdiri dan mengimami para wanita dan beliau berdiri di tengah-tengah (mereka).
Telah meriwayatkan Al-Baihaqi. Aku (Al-Albani) katakan : (Hadits itu terdapat) dalam As-Sunan Al-Kubra dari jalan Al-Hakim, dan dia meriwayatkan juga di dalam Al-Mustadrak…. tanpa perkataan Imamah bagi wanita, akan tetapi tambahan ini ada baginya jalan lain dari hadits Raa’ithah Al-Hanifiyyah, Bahwa ‘Aisyah meng-imami para wanita dalam shalat Maktubah, maka beliau meng-imaminya di antara mereka di tengah-tengah. ‘Abdu-razzaq, Ad-Daaruquthiy dan Al-Baihaqiy telah mengabarkannya, dan berkata An-Nawawiy dalam Al-Majmuu’ dengan isnad yang shahih, akan tetapi tidak seperti itu.Namun baginya terdapat Syahid (pendukung dari riwayat shahabat lain yang dapat mengangkatnya menjadi Shahih-peny.) dari riwayat Hajirah binti Hushain katanya : Ummu Salamah pernah meng-imami kami dalam Shalat ‘Ashr beliau berdiri di antara kami. Dan hadits ini menguatkan apa yang dimiliki Abi Syaibah[10] dari jalan Qatadah dari Ummu Hasan bahwasanya dia melihat dia telah menyaksikan Ummu Salamah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, meng-imami para wanita, beliau berdiri bersama mereka di shaff mereka.”Aku (Al-Albani) katakan : Dan Isnadnya Shahih

[Ana katakan] Kalaulah tidak berkepanjangan (dan ana tidak akan sanggup mengetiknya), insya Allah akan ana jelaskan hasil tulisan makalah pribadi tentang jalan-jalan tersebut. Namun cukuplah penjelasan shahih dari syaikh Al-Albani rahimahullah sebagai acuan kita, karena beliau telah menghabiskan usianya untuk berkhidmat kepada hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Imam Wanita ketika meng-imami para wanita berada di tengah-tengah shaff (terdepan), boleh dengan adzan (kalau memungkinkan) dan iqamat sebatas kalangan mereka (di rumah atau ruangan tertutup) tidak dengan suara keras mikrofon. Dan ini termasuk Sunnah (Ijma' para Salafush-Shalih)

Lebih Lanjut..

Rabu, 11 Juni 2008

Jujur Itu Sulit

Sekedar sharing saja...semoga ada manfaat yang bisa diambil...

Beberapa kali menggarap penelitian orang lain...dan setiap kali itu saya menegaskan "Jangan pernah memanipulasi data maupun hasilnya..." (sambil dakwah juga maksudnya... ). Beragam tanggapan muncul setelah itu..ada yang senyum...ada yang komen...ada juga yang menyalahkan apa yg saya kerjakan...

Kasus pertama :
Ini merupakan proyek Dinas Pendidikan Propinsi...saya jadikan bahan TA..dan setelah buku TA saya berikan ke dinas sambil presentasi hasil...muncul komentar : "Lho...ini darimana angkanya...ndak mungkin seperti ini..sekarang saja angkanya masih 60%..salah ini mbak..". Target angkanya memang 95% sedangkan dalam buku TA saya mencapai 160%...Sudah gitu 'kesalahan' ini pun diumumkan ke orang lain di kantor itu lagi...

Nggak maulah disalahin... orang ya..sudah diuji 4 dosen..dan sama sekali tidak ada manipulasi data juga...
Akhirnya...fakta berbicara... saya ambil buku data dari dinas di meja dekat bapaknya :.."Ini Pak angkanya.... saya tidak berbohong... memang angkanya seperti itu.."..Spontan orangnya terdiam..dan saya kembali berkata "Mohon maaf Pak...yang saya tulis ini berdasarkan data dinas...kalopun tidak wajar...bisa jadi petugas lapangan kurang teliti..atau salah hitung...atau salah entry.."...dalam hatiku.. : "kliatan sudah bgmn kerja dinas pemerintah". ..akhirnya bapaknya bilang.."Ya terimakasih mbak...sudah bagus...nanti kalo ada proposal lagi...silahkan diajukan ke saya...tapi tolong jgn sampai di infokan ke luar..".

Kasus kedua :
Membantu ngerjain skripsi orang...hasil outputnya memang tidak sesuai harapan....dan niatnya mw memanipulasi data....tapi ketahuan saya..."Mbak jangan...sayang. ..memang hasilnya seperti itu...dan itu banyak faktor yg mempengaruhi. .". Tapi di beberapa hari kemudian mbaknya bilang..."Ga bisa nunik,...di ekonomi g bisa kalo g diubah-ubah datanya (manipulasi: pen.)".

Kasus ketiga :
Simpel apa yang saya kerjakan ini...hanya entri data...ndak sampai ngolah...tapi puncak ketidakkuatan saya terjadi di sini...hasil penyebaran kuesioner banyak yang rusak...kuesioner sepertinya diisi sendiri oleh surveyor..kliatan banget mana yang bener2 hasil survey dan mana yang hasil manipulasi.. .serasa pingin nangis...bener2 ndak kuat....karena ini proyek mahal...uang yang dipake...adalah uang umat...akhirnya saya komplain ke atasan...saya katakan : "Kalo sekarang survey masih berjalan...tolong dihentikan dulu Pak.."...
dan sekarang proses ini masih ditangani... semoga kejujuran itu menang di jalannya..

Lebih Lanjut..

Rabu, 14 Mei 2008

Ketika Tak Mampu Lagi Untuk Memilih

Keharusan...
Atau keterpurukan...

Pilihan yang tak dapat lagi untuk dipilih...Ya, seringkali kondisi tersebut menghadang di hadapan kita...Sejujurnya itu bukanlah pilihan...lebih tepatnya adalah merupakan keharusan...keharusan untuk dipilih.

Manusia hanya bisa berencana...tetapi keputusan tetap ada di tanganNya...karena Dialah yang memiliki hidup ini, nyawa ini, bahkan jalan tempat kaki ini melangkah...

Sebagaimana keputusan untuk melanjutkan sebuah amanah yang seyogyanya akan berakhir dalam waktu dekat...hanya karena suatu AMANAH yang memang belum selesai...generasi yang belum siap...tantangan yang semakin besar...lalu apakah dalam kondisi demikian masihkah pilihan itu berlaku...???

tidak...bagi orang-orang yang menanggalkan ego pribadi...itu adalah keharusan yang dipilih untuk menyelamatkan AMANAH...mengamankan eksistensi diri...

Tidak semudah yang diucapkan...diri ini pun hanya memiliki dua tangan, dua kaki, satu kepala, dan satu tubuh...yang tidak sedang mengemban satu, dua amanah....Maka biarkan tubuh ini memilih amanah yang lain tanpa sedikitpun mendzalimi yang lain...

Lebih Lanjut..

Rabu, 30 April 2008

Dinamisasi Kehidupan...

Kalau hanya makan tiap jam 7 pagi, jam 12 siang, dan jam 7 malam...
Tidur jam 9 malam hingga jam 4 pagi...
Sholat shubuh, bersih diri...
Melakukan rutinitas kerja, mencatat, mengetik, baca koran, ngobrol...
Senin sampai Jum'at...
Sabtu dan Minggu di rumah bersama keluarga...

Maka,
Itulah kejenuhan...
Hidup yang tak banyak memberi arti...

Lalu,
Kalau harus mengurus satu rutinitas kantor...mengkonsep..esekusi...
Menjalankan 1, 2, 3, 4, 5 amanah yang lain...
DPRa, DPC, DPP, Kampus, Komunitas Hunian...
Yang semuanya ber'masalah'...

Maka,
Itulah Kejenuhan..
Manajemen diri yang tidak baik...

Lebih Lanjut..

Minggu, 13 April 2008

Lindungi Ginjal Kita...

Beberapa waktu lalu...aku mengunjungi salah seorang ikhwah yang sedang terkena musibah..kenal baik dengan beliau karena dulu beliau sebagai manajerku dibidang marketing...yang kemudian menikah dengan mbak kosku...

Usianya masih tergolong muda, sekitar 30 tahun...saat ini beliau sedang mengidap penyakit gagal ginjal.. Kurus, lemah...tampak terlihat tubuhnya olehku..dan sementara waktu belum bisa banyak melakukan aktivitas termasuk kerja...

Di sela-sela percakapan, beliau memberikan petuah...sebaiknya jangan mudah terpengaruh dengan iklan TV...kebanyakan adalah bohong..

Yach..beliau sakit karena terlalu sering minum suplemen penambah tenaga...seperti Kratingdaeng..plus minum air putih yang juga jarang...akhirnya ginjal mengalami kerusakan...

Sang istri sempat memberikan hasil uji lab..subhanallah...ada dua hal yang diuji...Bumin..dan satunya lagi lupa namanya (pokoknya tentang kandungan racun dalam darah)..Untuk Bumin yang terkandung telah mencapai 180 dari kondisi normal 22-28 (kalo ndak salah ingat..)..dan zat satunya telah mencapai 220 dari kondisi normal 1,5-5 (juga kalo ndak salah ingat..)...yang saya ingat itu angka kelipatannya mencapai puluhan kali...jadi konklusinya ginjal sudah tidak bisa menyaring racun darah..

Saat ini beliau harus menjalani cuci darah 1 minggu 2 kali dengan biaya 1 kali cuci sebesar Rp. 300 ribu..

Berikut ini...ada wacana mengenai gangguan ginjal...semoga bermanfaat... :

Mengenal Gagal Ginjal

Ginjal

Ginjal adalah bagian tubuh yang sangat penting. Keberadaan ginjal sebagai penyaring darah dari sisa-sisa metabolisme menjadikan fungsinya tak bisa tergantikan oleh yang lainnya. Kerusakan atau gangguan pada ginjal menimbulkan masalah pada kemampuan dan kekuatan tubuh. Aktivitas kerja terganggu, tubuh jadi mudah lelah dan lemas. Bagi anda yang mengalami cepat lelah dan lemas berhati-hatilah, siapa tahu Anda sedang terkena penyakit ginjal.

Gejala Awal

Pada stadium awal, penyakit ginjal tidak menimbulkan gejala apa pun. Akan tetapi seiring dengan metabolisme tubuh Anda, akan terjadi penumpukan sisa-sisa metabolisme tubuh di dalam tubuh. Akibatnya kaki dan tangan Anda jadi bengkak, nafas pendek, dan energi untuk beraktivitas pun jadi menurun.

Penyakit ginjal adalah penyakit yang aktif bekerja. Ia sangat mudah untuk bertambah parah bila tidak ditangani secara dini. Keadaan akgir dari penyakit ginjal adalah ginjal tidak bisa berfunsi lagi yang disebut dengan ESRD (End Stage Renal Disease) atau tahap akhir penyakit ginjal. Ini tahap paling berbahaya. Kalau sudah demikian, yang terbaik bagi Anda sekarang adalah operasi penggantian ginjal. Sebelum semuanya terjadi maka usaha yang bisa Anda lakukan adalah pencegahan dini dari kemungkinan ESRD.

Gagal Ginjal

Fungsi utama ginjal adalah membersihkan darah darin sisa-sisa hasil metabolisme tubuh yang berada di dalam darah dengan cara menyaringnya. Jika kedua ginjal gagal menjalankan fungsinya (pada tahap akhir penyakit ginjal), sisa-sisa hasil metabolisme yang diproduksi oleh sel normal akan kembali masuk ke dalam darah (Uremia).

Bagaimana gagal ginjal bisa terjadi? Ini terjadi jika terdapat gangguan pada pembuluh darah vena atau system penyaringannya. Tidak hanya itu, bisa jua terjadi karena adanya masalah-masalah pada kesehatan yang lain, seperti adanya tekanan darah tinggi, diabetes atau adanya masalah yang terjadi pada system penyaringan ginjal seperti pada keadaan glomerulonefritis atau penyakit ginjal polikistik. Pada kasus lainnya juga ditemukan akibat adanya masalah pada saluran kemih.

Atur Konsumsi Makan

Mengkonsumsi makanan yang tepat penting dilakukan, khususnya bagi Anda penderita penyakit ginjal. Sebab dengan terganggunya fungsi ginjal, kotoran dalam darah akan semakin menumpuk. Keadaan ini akan menyebabkan tubuh menjadi bengkak, mual atau muntah. Tapi semua tergantung dari stadium penyakitnya, semakin lama dibiarkan penyakit ginjal menyerang maka efek negatifnya akan semakin parah.

Dengan membatasi jumlah makanan dan cairan secara tepat, akan diperoleh sisa hasil metabolisme yang mudah dibuang oleh tubuh. Penyaringan oleh ginjal dapat diminimalisir sehingga tidak sampai terjadi penumpukan sisa hasil metabolisme dalam darah.

Umumnya para penderita gagal ginjal disarankan oleh dokter untuk diet, mengurangi porsi makanan dan minuman sekaligus mengatur jenis makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi. Diet yang harus dijalani setiap penderita gagal ginjal akan berbeda satu dengan lainnya. Hal ini bergantung pada kondisi tubuh penderita.

Berikut beberapa saran makanan yang dianjurkan:

1. konsumsi makanan rendah protein

tubuh memerlukan protein untuk membentuk otot. Tapi bagi penderita penyakit ginjal, kelebihan protein akan menyebabkan gangguan pada pada proses penyaringan, yang berakibat terjadi peningkatan sisa hasil metabolisme protein dalam darah dan menambah parah penyakitnya. Anda dapat mencegah hal ini dengan cara mengkonsumsi makanan rendah protein yang ada di sekitar Anda.

2. Konsumsi sedikit garam

Garam natrium berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh Anda. Untuk mengurangi kadar garam dalam tubuh, bila Anda membeli makanan, periksalah label makanan dan carilah makanan yang mempunyai kandungan natrium di bawah 400 mg untuk sekali makan. Kalau pun Anda makan dengan saus, gunakan saus yang berkadar natrium rendah, dan jangan gunakan garam pengganti yang mengandung kalium.

3. Tidak minum terlalu banyak

Ginjal yang normal dapat mengatur keseimbangan cairan yang masuk dan keluar dari tubuh. Jika ginjal Anda mengalami gangguan, maka akan terjadi masalah pada pembentukan urine. Dalam kondisi seperti ini, Anda harus membatasi konsumsi air per hari. Sebaiknya hisaplah air jeruk lemon untuk membasahi bibir Anda yang kering., dan minumlah hanya untuk mengatasi rasa haus saja. Jika Anda juga termasuk penderita diabetes, jagalah kadar gula Anda, agar Anda tidak merasa terlalu haus.

4. Tidak mengkonsumsi fosfat

Susu, kacang-kacangan yang dikeringkan, dan coklat yang banyak mengandung zat fosfat, sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi karena akan berakibat kadar fosfat dalam darah Anda meningkat dan menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh.

Adanya komplikasi

Kadang-kadang penyakit ginjal mengalami komplikasi dengan berbagai penyakit lainnya. Di antaranya adalah diabetes dan tekanan darah tinggi. Dan jika ini terjadi akan berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Komplikasi dengan diabetes akan menyebabkan proses metabolisme dalam tubuh menjadi tidak maksimal. Akibatnya kadar glukosa dalam darah meningkat. Jika hal ini berlangsung lama akan dapat merusak pembuluh vena sekaligus menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Bila sudah terlanjur terjadi komplikasi, maka yang harus Anda lakukan sekarang adalah mempertahankan diet, mengontrol kadar glukosa dalam darah, dan rutinlah berolahraga.

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah. Komplikasi dengannya menyebabkan fungsi ginjal sebagai penyaring darah menjadi terganggu. Usaha yang Anda dapat lakukan adalah mengurangi konsumsi garam dan lemak sambil tetap mempertahankan diet yang Anda jalanka. Olahraga dan minum obat-obatan yang dianjurkan akan sangat membantu, perhatikan juga berat badan dan tekanan darah Anda.

sumber : milis sebelah

Lebih Lanjut..

Pelangi-Pelangi Lucu di Rumah Baru.....

PKS Akrabkan Masyarakat Dengan Buku


PK-Sejahtera Online: Gerakan mengakrabkan masyarakat dengan buku terus dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surabaya. Setelah gerakan ”Rumah Pelangi” dilaunching di tingkat Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu, Pengurus PKS tingkat Kecamatan mulai membuka ”Rumah Pelangi” di tingkat daerahnya masing-masing. Yang terbaru adalah pembukaan ”Rumah Pelangi” di kecamatan Sukolilo 6 April lalu di kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo.

Ketua panitia Launching Taman Baca ”Rumah Pelangi”,Nunik Nurhayati, mengatakan: ” Selain minat baca yang kurang, adakalanya masyarakat itu tidak mempunyai cukup kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan daerah sehingga kami berinisiatif untuk menfasilitasinya,” ujarnya.

Akhirnya, Ruangan Depan Sekretariat DPC PKS Sukolilo disulap menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati tidak kurang 300 judul buku dan majalah remaja putri, ibu dan anak yang berjajar rapi di rak-rak.

Masih menurut Nunik, Rumah Pelangi ini baru langkah awal Bidang Kewanitaan DPC PKS Sukolilo untuk meningkatkan minat baca masyarakat tanpa harus jauh-jauh mengunjungi perpustakaan daerah.

Selain pembukaan Taman Baca, acara ini juga dimeriahkan juga dengan pawai sepeda hias anak, lomba mewarnai bagi siswa Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Sukolilo, bazar makanan, buku-VCD, dan pakaian. Animo Masyarakat terhadap kegiatan yang bertajuk ”Warnai harimu dengan Membaca” ini cukup bagus, terlihat dari panitia kehabisan stok kartu keanggotaan Taman Baca yang langsung dibuka saat itu juga.

Ke depan agar masyarakat semakin antusias mengunjungi Taman Baca, selain menambah jumlah koleksi buku dan VCD anak-anak yang berasal dari sumbangan ibu-ibu dan beberapa sponsor, Nunik mengemukakan akan diadakan program yang berkelanjutan seperti seminar ibu-ibu atau bedah VCD anak-anak. (Agis)

sumber :
http://www.pksjatim.org/index.php?option=com_content&task=view&id=459&Itemid=9
http://www.pk-sejahtera.org/2006/index.php?op=isi&id=4715


Lebih Lanjut..

Senin, 07 April 2008

Lelah...

Kata yang begitu terupaya untuk dihindari...Namun itu pun manusiawi...2 minggu kemarin benar-benar hari yang begitu melelahkan...banyak hal yang harus diselesaikan...kondisi fisik, ruhiyah, psikis yang ikut-ikutan drop...masalah yang ada di hampir setiap sisi kehidupanku...

Akhirnya, aku memberanikan diri untuk menceritakan hal ini kepada seseorang...sedikit lega..Benar-benar di saat pikiran jenuh dengan aktivitas...melihat lampu-lampu kota dari atas ketinggian begitu melapangkan...

Subhanallah, serasa ingin pulang :(

Lebih Lanjut..

Rabu, 02 April 2008

Berdakwah Melalui Parpol Tidak Syar'i?


Assalamualaikum wr wb.

Pak ustad, apakah benar bahwa dalam berdakwah dengan cara mengikuti paratai politik tidak syar'i. Dengan alasan bahwa cara berdakwah harus mengikuti cara rosululloh saw yang tidak mengikuti pemerintahan kaum quraes saat itu.

Jazakumulloh.

Mulya

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berdakwah lewat partai politik memang sering menimbulkan polemik. Ada yang setuju dan mendukung sekali secara mutlak, tetapi ada juga yang justru sangat antipati. Di tengah-tengahnya ada kalangan yang agak mengambang, antara mendukung dan tidak, semua dikembalikan kepada manfaat dan madharatnya.

Kalau mau dikembalikan ke zaman nabi Muhammad SAW, rasanya kita memang tidak menemukan sosok beliau sebagai aktifis partai. Bukan apa-apa, sebab memang tidak ada partai-partaian di masa beliau. Makkah memang tidak menganut sistem politik seperti di masa kita sekarang ini. Boleh dibilang sistemnya adalah kabilah dan suku, bukan pola semacam state atau negara, bahkan kerajaan pun juga bukan.

Maka kalau acuannya harus ada contoh teknis dari Rasulullah SAW, rasanya memang tidak akan ketemu dalilnya. Tapi apakah bila tidak ada contoh teknis acuan yang detail, lantas berpartai boleh dibilang bid'ah atau menyalahi sunnah?

Pada titik inilah sebenarnya terjadi pangkal masalahnya. Dan polemik berkepanjangan antara pendukung dan anti dakwah lewat partai memang sering terjebak pada diskusi yang tidak habisnya. Kadang diskusi itu ikut memanas sesuai dengan suhu politik, dan dingin dengan sendirinya dengan kondisi yang lain.

Pendukung Dakwah Lewat Partai

Kalau kita teliti lebih dalam, dakwah lewat partai terkadang malah diperintahkan. Bahkan kami menemukan pernah sampaikan dalam jawaban terdahulu bahwa beberapa ulama yang sering dianggap sebagai tokoh salafi, seperti Syeikh Bin Baz, Syeikh Al-Utsaimin, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-AlBani, Syeikh Dr. Shalih bin Fauzan, Syeikh Abdullah bin Qu'ud dan lainnya
malah membolehkan dakwah lewat partai.



Silahkan baca jawaban kami sebelumnya: Adakah-berpolitik-berpartai-dicontohkan-nabi-sahabat.htm

Yang jadi pertanyaan adalah, mengapa mereka cenderung membolehkannya? Bukankah sistem partai itu bersumber dari sistem kafir? Bukankah demokrasi itu bertentangan dengan hukum Allah? Bukankah Islam tidak mengenal sistem pemungutan suara? Bukankah kekuasaan bukan di tangan rakyat tapi di tangan Allah?

Kalau kita cermati latar belakang kenapa mereka membolehkannya, semuanya hampir mirip jawabnnya, yaitu selama berpartai itu memberikan manfaat buat umat dan ada mashlahat yang bisa dicapai, tentu dibenarkan dan tidak ada alasan untuk menolaknya.

Lalu bagaimana dengan kufurnya sistem demokrasi? Bukankah kita tidak boleh masuk ke dalam sistem kufur itu?

Syeikh Bin Baz menjawab, "Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal itu tergantung pada niatnya. Setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Oleh karena itu tidak ada masalah untuk masuk ke parlemen bila tujuannya memang membela kebenaran serta tidak menerima kebatilan. Karena hal itu memang membela kebenaran dan dakwah kepada Allah SWT.

Begitu juga tidak ada masalah dengan kartu pemilu yang membantu terpilihnya para da'i yang shalih dan mendukung kebenaran dan para pembelanya, wallahul muwafiq."

Ulama besar Saudi Arabia yang pernah menjabat sebagai mufti kerajaan ini menambahkan, "Masuk ke dalam lembaga seperti itu berbahaya, namun bila seseorang punya ilmu dan bashirah serta menginginkan kebenaran atau mengarahkan manusia kepada kebaikan, mengurangi kebatilan, tanpa rasa tamak pada dunia dan harta, maka dia telah masuk untuk membela agama Allah SWT, berjihad di jalan kebenaran dan meninggalkan kebatilan."

"Dengan niat yang baik seperti ini, saya memandang bahwa tidak ada masalah untuk masuk parlemen. Bahkan tidak selayaknya lembaga itu kosong dari kebaikan dan pendukungnya."

Pendapat Syeikh Al-Utsaimin

Pada bulan Zul-Hijjah 1411 H bertepatan dengan bulan Mei 1996 Majalah Al-Furqan melakukan wawancara dengan Syaikh Utsaimin. Wartawan majalah Al-Furqan bertanya tentangapa hukum masuk ke dalam parlemen.

Syaikh Al-'Utsaimin menjawab bahwa dirinya memandang bahwa masuk ke dalam majelis perwakilan (DPR) itu boleh. Bila seseorang bertujuan untuk mashlahat, baik mencegah kejahatan atau memasukkan kebaikan.

Sebab menurut beliau, semakin banyak orang-orang shalih di dalam lembaga ini, maka akan menjadi lebih dekat kepada keselamatan dan semakin jauh dari bencana. (Lihat majalah Al-Furqan - Kuwait hal. 18-19)

Pendapat Yang Anti Partai

Sedangkan argumentasi kalangan yang anti partai ada dua macam.

Pertama, mereka yang sejak awal memang sudah antipati dengan dakwah dengan cara apapun kecuali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Jadi dakwah itu menurut mereka tidak boleh pakai partai, harus ceramah dan pidato saja.

Kalangan ini memang sejak awal sudah tidak pernah mendukung urusan berpartai, bahkan tidak sedikit dari mereka juga tidak pernah mau ikut pemilu dan sejenisnya. Mungkin buat mereka, berpartai itu hanya buang-buang umur, mending ngurus bisnis. Kita bisa menyebut mereka sebagai kalangan yang masa bodo dengan partai.

Kedua, adalah kalangan yang awalnya ikut setuju dan mengusung dakwah lewat parlemen. Namun dalam perjalanannya, dinamika organisasi membuatnya 'tergeser keluar', seolah sudah tidak 'terpakai' lagi. Atau malah merasa tidak 'pernah dipakai'. Hanya dijadikan prajurit yang bekerja keras, sementara segelintir kalangan elit duduk enak-enakan menikmati semua fasilitas mewah yang diterimanya.

Maka sedikit demi sedikit kekuatan beberapa partai itu menjadi agak rapuh, karena ada semacam resistensi dari akar rumput secara internal, yang awalnya kecil tapi kemudian semakin sering muncul. Hal seperti ini sering kita lihat di hampir semua partai, baik yang mengusung nama Islam atau yang masih 'agak' malu-malu dengan aroma Islam.

Saling Hormat

Lepas dari polemik yang tidak ada habisnya itu, maka akan menjadi manis rasa perbedaan itu seandainya semua tetap dihiasi dengan akhlaq, adab Islami, husnudzhzan, cinta kepada sesama muslim, dan toleransi.

Sebab perbedaan dalam memlih teknis berdakwah ini sampai hari kiamat tidak akan ada habisnya. Sampai ada teman yang senangnya mikirin hari kiamat saja sambil menanti-nanti kapan Imam Mahdi datang.

Kalau ada teman kita yang asyik dengan dakwah di parlemen dan mungkin kita tidak setuju, tentu tidak pada tempatnya untuk kita caci maki atau kita jatuhkan citranya di muka umum.

Sebaliknya, kalau kita termasuk yang punya semangat empat lima mendukung dakwah lewat partai, tidak ada salahnya kita bertenggang rasa dengan kalangan yang agak kurang mendukung dakwah model partai. Jangan kita vonis sebagai pembangkang atau pengkhiatan dulu, sebab boleh jadi yang terjadi adalah macetnya jembatan komunikasi.

Setidaknya kalau tidak bisa bersatu, tapi tidak harus saling ejek, saling caci, saling benci, saling jegal dan saling menjatuhkan. Sebab biar bagaimana pun kita ini bersaudara. Dan harga persaudaraan itu jauh lebih berharga dari semua yang akan kita capai. Persaudaraan itu nikmat yang Allah SWT karuniakan, maka syukurilah nikmat bersaudara itu.

Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat persaudaraan dari Allah itu menjadi orang-orang yang bersaudara (QS. Ali Imran: 103)

Alangkah tragisnya kalau sesama saudara sendiri kita malah saling melontarkan dugaan yang kurang pantas. Bukankah Allah SWT telah melarang kita dari perbuatan keji itu?

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujuran: 12)

Tanpa sadar terkadang majelis kita lebih sering jadi majelis pergunjingan, misalnya tentang si Fulan yang dulu keredan sekarang naik mobil mewah karena jabatannya. Atau tentang si Fulan yang dulu mau nikah saja teman-temannya harus patungan, tapi sekarang lagi asyik memanjakan isteri mudanya jalan-jalan ke luar negeri.

Dan kalau mau diusut ke sana kemari, rasanya kok sumber segala masalah itu kembali ke harta. Jadi tidak salah kalau Allah SWT berfirman:

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (QS. Al-Anfal: 28)

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc


Lebih Lanjut..